PLN Pastikan Mesin Sewa 15 MW di Paokmotong Tak Permanen, Operasional Menunggu PLTU Lombok Timur
RNN.com - LOMBOK TIMUR – PT PLN (Persero) memastikan penggunaan mesin pembangkit listrik sewaan berkapasitas 15 megawatt (MW) di PLTD Paokmotong, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), hanya untuk jangka waktu terbatas. Keberadaan mesin tersebut ditujukan untuk menjaga pasokan listrik di Pulau Lombok sebelum pembangkit berkapasitas lebih besar, termasuk PLTU Lombok Timur, dapat beroperasi.
General Manager Unit Pelaksana/Layanan Pembangkit (PLTD/ULPL) Paokmotong, Gatra Tria Rahendra, mengatakan langkah itu diambil untuk mengantisipasi potensi kekurangan daya ketika kebutuhan listrik meningkat atau sejumlah pembangkit harus menjalani pemeliharaan dan mengalami gangguan teknis.
Ia menjelaskan, kebutuhan listrik di sistem Lombok saat ini berkisar 410 MW, sementara kapasitas pembangkit yang tersedia sekitar 420 MW. Kondisi tersebut menyisakan cadangan daya yang relatif terbatas sehingga penambahan mesin sewa diperlukan sebagai langkah antisipasi.
Menurut Gatra, kontrak pengoperasian mesin sewa itu berlangsung selama dua tahun dan tidak dirancang sebagai solusi permanen. Penggunaannya akan dievaluasi seiring kesiapan pembangkit lain yang nantinya mampu memenuhi kebutuhan listrik masyarakat.
Peningkatan kebutuhan energi di Lombok, lanjutnya, turut dipengaruhi oleh pertumbuhan ekonomi, pembangunan infrastruktur, serta berkembangnya sektor pariwisata. Aktivitas berskala internasional di kawasan Mandalika juga menjadi bagian dari perkembangan yang mendorong kebutuhan pasokan listrik semakin besar.
Di tengah pengoperasian mesin tersebut, persoalan dampak lingkungan dan kenyamanan warga sekitar PLTD Paokmotong turut menjadi perhatian. Gatra menyampaikan bahwa pengujian emisi dan kebisingan dilakukan setiap tahun oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH). Pengukuran tersebut menjadi bagian dari pemantauan terhadap aktivitas pembangkit.
Meski demikian, keluhan warga masih membutuhkan pembahasan bersama agar persoalan yang dirasakan masyarakat dapat ditindaklanjuti sesuai kondisi di lapangan. PLN juga menyebut komunikasi mengenai operasional pembangkit telah dilakukan melalui pemerintah desa, sementara pertemuan yang melibatkan warga secara langsung masih memerlukan koordinasi lebih lanjut.
Selain aspek lingkungan, masyarakat juga menyoroti kontribusi sosial perusahaan bagi wilayah yang berada di sekitar pembangkit. Gatra mengatakan sejumlah kegiatan sosial telah dilaksanakan, termasuk pemberian santunan kepada sekitar 150 anak yatim pada Ramadan serta bantuan hewan kurban untuk masjid di wilayah Paokmotong dan Dusun Tunjang.
Namun, permintaan masyarakat terkait dukungan sosial lainnya masih akan dibicarakan bersama pihak-pihak terkait. PLN menyatakan usulan yang disampaikan warga akan menjadi bahan pembahasan untuk mempertimbangkan bentuk bantuan yang dapat diberikan berdasarkan kebijakan dan kemampuan anggaran perusahaan.
Pembahasan lanjutan dijadwalkan berlangsung pada Kamis di Kantor Desa Paokmotong. Pertemuan itu direncanakan melibatkan anggota Komisi IV DPRD dan perwakilan manajemen perusahaan penyedia mesin sewa untuk menyerap aspirasi masyarakat sekaligus membicarakan langkah penyelesaian atas persoalan yang muncul.
Di sisi ketenagakerjaan, pengoperasian mesin sewa juga melibatkan pekerja dari Desa Paokmotong dan wilayah sekitarnya. Keterlibatan tenaga kerja lokal tersebut memberikan kesempatan kerja bagi masyarakat, meskipun masa kerjanya berkaitan dengan durasi kontrak pengoperasian mesin selama dua tahun.
PLN berharap penggunaan pembangkit sementara dapat menjaga kestabilan pasokan listrik selama masa transisi menuju kesiapan pembangkit lainnya. Pada saat yang sama, komunikasi dengan pemerintah desa, DPRD, pengelola mesin, dan masyarakat dinilai perlu terus dilakukan agar kebutuhan kelistrikan dapat berjalan beriringan dengan perhatian terhadap lingkungan serta kepentingan warga sekitar.(red)

