45 Personel Brimob Banten Dikirim ke Papua Tengah, Kapolda Tekankan Profesionalisme dan Keselamatan

Table of Contents


RNN.com - 
SERANG – Sebanyak 45 personel Satuan Brigade Mobil (Satbrimob) Polda Banten disiapkan untuk menjalankan misi pengamanan di Papua Tengah melalui Satuan Tugas (Satgas) Amole II BKO Polda Papua periode 2026/2027. Pemberangkatan personel tersebut ditandai dengan apel pelepasan sekaligus Latihan Praoperasi (Latpraops) di Markas Polda Banten, Selasa (13/10).

Kapolda Banten Irjen Pol Hendra Kurniawan memimpin langsung kegiatan tersebut. Hadir pula Wakapolda Banten Brigjen Pol Iwan Saktiadi, Ketua Bhayangkari Daerah Banten beserta pengurus, jajaran pejabat utama Polda Banten, serta keluarga personel yang akan menjalankan misi.

Dalam amanatnya, Hendra menegaskan bahwa penugasan ke luar daerah merupakan tanggung jawab besar yang harus dijalankan dengan penuh dedikasi. Para personel diminta menjaga kedisiplinan, meningkatkan profesionalisme, dan menunjukkan sikap yang mencerminkan kehormatan Korps Brimob serta institusi Polri.

Ia mengingatkan bahwa setiap tindakan personel selama bertugas akan menjadi bagian dari penilaian masyarakat terhadap institusi kepolisian. Karena itu, seluruh anggota diminta mematuhi aturan, menjaga kekompakan, dan meningkatkan kewaspadaan dalam menghadapi situasi di wilayah operasi.

Menurut Hendra, keberhasilan misi tidak hanya ditentukan oleh kemampuan personel dalam menjalankan tugas pengamanan. Keselamatan anggota serta kemampuan membangun hubungan yang baik dengan masyarakat juga menjadi bagian penting dari pencapaian tugas.

Kapolda turut menekankan agar pendekatan humanis tetap menjadi prinsip dalam pelaksanaan tugas. Personel diharapkan mampu bertindak tegas sesuai ketentuan, tanpa mengabaikan penghormatan terhadap adat istiadat dan nilai-nilai lokal masyarakat Papua Tengah.

Sebelum diterjunkan ke lokasi penugasan, ke-45 personel tersebut akan menjalani latihan praoperasi lanjutan selama satu bulan di Cikeas. Setelah rangkaian persiapan selesai, mereka dijadwalkan melaksanakan tugas selama kurang lebih enam bulan.

Pembekalan tersebut dirancang untuk memperkuat kesiapan fisik, mental, psikologis, serta keterampilan taktis personel. Dengan persiapan yang matang, anggota diharapkan dapat beradaptasi dengan kondisi lapangan sekaligus menjalankan setiap prosedur pengamanan secara tepat.

Dalam misi ini, Satgas Amole memiliki tugas mendukung pengamanan objek vital nasional, termasuk kawasan operasional PT Freeport Indonesia. Keberadaan personel Brimob diharapkan turut menjaga stabilitas keamanan sehingga aktivitas di kawasan tersebut dapat berlangsung dengan aman dan lancar.

Hendra juga menyampaikan harapannya agar seluruh anggota mampu menuntaskan penugasan dengan baik dan kembali ke Banten dalam keadaan selamat. Ia meminta para personel menjadikan keselamatan, tanggung jawab, dan kepercayaan masyarakat sebagai perhatian utama selama berada di wilayah operasi.

Pelepasan tersebut menjadi bentuk kepercayaan pimpinan kepada personel Satbrimob Polda Banten untuk menjalankan tugas pengamanan lintas wilayah. Selain kesiapan anggota, dukungan keluarga juga diharapkan menjadi sumber kekuatan selama mereka menjalankan misi di Papua Tengah.(red)

GJI