Ratusan Pelajar Lombok Timur Terima PIP, Wakil Ketua DPR RI Dorong Sekolah Bebas Putus Pendidikan
RNN.com - Lombok Timur – Upaya memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu kembali diperkuat melalui penyaluran Program Indonesia Pintar (PIP) di Kabupaten Lombok Timur. Wakil Ketua DPR RI, Hj. Sari Yuliati, menyerahkan bantuan pendidikan kepada ratusan siswa dalam kunjungan kerjanya di SDN 3 Selagik, Kecamatan Terara, dan SDN 1 Kotaraja, Kecamatan Sikur, Senin (3/8/2026).
Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 243 siswa SDN 3 Selagik dan 277 siswa SDN 1 Kotaraja menerima bantuan PIP secara simbolis. Program ini diharapkan mampu meringankan beban biaya pendidikan sekaligus memastikan peserta didik tetap dapat melanjutkan sekolah hingga jenjang yang lebih tinggi.
Wakil Bupati Lombok Timur, H. Moh. Edwin Hadiwijaya, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah pusat terhadap dunia pendidikan di daerah. Menurutnya, bantuan yang diberikan bukan sekadar dukungan finansial, tetapi juga menjadi investasi penting dalam mencetak sumber daya manusia yang unggul.
Ia mengajak para siswa untuk memanfaatkan bantuan tersebut secara bijaksana demi menunjang kebutuhan pendidikan. Menurutnya, kualitas pendidikan menjadi salah satu fondasi utama dalam mewujudkan generasi yang berdaya saing dan memiliki karakter kuat.
Dalam kesempatan yang sama, Edwin juga mengingatkan pentingnya peran keluarga dalam menjaga keberlangsungan pendidikan anak. Ia mengimbau para orang tua agar bersama pemerintah mencegah terjadinya perkawinan usia anak yang masih menjadi tantangan di Lombok Timur.
Menurutnya, praktik perkawinan dini tidak hanya menghambat masa depan anak, tetapi juga berpotensi meningkatkan risiko berbagai persoalan sosial, termasuk stunting yang hingga kini masih menjadi fokus penanganan pemerintah daerah.
Sementara itu, Wakil Ketua DPR RI Hj. Sari Yuliati menegaskan bahwa Program Indonesia Pintar merupakan salah satu instrumen pemerintah untuk memastikan seluruh anak Indonesia memperoleh hak atas pendidikan tanpa terkendala kondisi ekonomi keluarga.
Ia berharap melalui bantuan tersebut semakin sedikit anak yang terpaksa menghentikan pendidikan karena alasan biaya. Menurutnya, keberhasilan membangun generasi berkualitas menuju Indonesia Emas 2045 memerlukan keterlibatan seluruh elemen, mulai dari pemerintah, sekolah, orang tua hingga masyarakat.
Selain menyalurkan bantuan PIP kepada para siswa, Sari Yuliati juga menyerahkan bantuan senilai Rp100 juta kepada masing-masing sekolah untuk mendukung peningkatan sarana dan prasarana pendidikan. Ia juga menyatakan akan memperjuangkan agar kedua sekolah tersebut memperoleh dukungan anggaran rehabilitasi maupun revitalisasi melalui pendanaan APBN.
Program Indonesia Pintar sendiri merupakan bantuan pemerintah berupa dana tunai yang ditujukan bagi peserta didik dari keluarga miskin maupun rentan miskin. Program ini bertujuan memperluas kesempatan belajar, mengurangi angka putus sekolah, serta mendorong anak-anak yang telah berhenti sekolah agar kembali melanjutkan pendidikan, baik melalui jalur pendidikan formal maupun nonformal.
Kegiatan penyerahan bantuan tersebut turut dihadiri Ketua DPRD Provinsi Nusa Tenggara Barat, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lombok Timur, Kepala UPTD setempat, serta sejumlah tokoh masyarakat yang memberikan dukungan terhadap peningkatan kualitas pendidikan di daerah.(red)
