Kasat Intel Polres Lotim dan Kepala Bakesbangpoldagri Kawal Aksi Damai, Massa Desak Pengusutan Dugaan Ujaran Kebencian terhadap Bupati

Table of Contents

RNN.com - 
Lombok Timur – Ribuan warga dari berbagai wilayah di Kabupaten Lombok Timur menggelar aksi damai di depan Markas Polres Lombok Timur, Kamis (6/8/2026). Aksi yang diikuti perwakilan masyarakat dari 21 kecamatan tersebut berlangsung dengan pengamanan ketat dan pengawalan langsung dari Kasat Intel Polres Lombok Timur AKP Sayum bersama Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam Negeri (Bakesbangpoldagri) Lombok Timur, H. Mustafa, S.Sos.

Kehadiran kedua pejabat tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan penyampaian aspirasi masyarakat berlangsung tertib, aman, dan kondusif. Massa datang untuk mendesak aparat kepolisian segera mengusut tuntas dugaan tindak pidana ujaran kebencian yang diduga ditujukan kepada Bupati Lombok Timur.

Dalam orasinya, koordinator aksi, Subhan, menegaskan bahwa masyarakat menginginkan proses hukum berjalan tanpa intervensi dan dilakukan secara profesional. Ia menyebut unggahan yang dipersoalkan tidak hanya berisi dugaan penghinaan, tetapi juga dianggap telah menyentuh ranah pribadi kepala daerah sehingga memicu keresahan di tengah masyarakat.

Menurutnya, laporan terkait dugaan pelanggaran Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) telah disampaikan kepada Polres Lombok Timur sejak 17 Juli 2026. Namun hingga aksi berlangsung, masyarakat menilai belum ada perkembangan yang dapat diketahui publik.

Para demonstran pun memberikan batas waktu selama 3 x 24 jam kepada kepolisian untuk menunjukkan perkembangan penanganan perkara tersebut. Mereka menyatakan akan kembali menggelar aksi dengan jumlah peserta yang lebih besar apabila tuntutan tersebut tidak mendapat respons sesuai harapan.

Selain meminta percepatan proses hukum, massa juga mendesak agar kemampuan Tim Siber Polres Lombok Timur dimaksimalkan guna menelusuri identitas serta keberadaan pihak yang diduga menyebarkan konten bermuatan ujaran kebencian.

Meski menyampaikan tuntutan dengan tegas, aksi berlangsung secara damai. Koordinator lapangan juga menyampaikan apresiasi kepada jajaran Polres Lombok Timur yang telah mengawal jalannya unjuk rasa sehingga situasi tetap kondusif. Ia menegaskan aksi tersebut lahir dari inisiatif masyarakat dan tidak berkaitan dengan kepentingan politik maupun kelompok tertentu.

Salah seorang peserta aksi, Wiranata, berharap aparat penegak hukum segera memberikan kepastian atas laporan yang telah diajukan. Menurutnya, penanganan perkara secara cepat dan transparan menjadi bagian penting dalam menjaga kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian.

Menanggapi aspirasi tersebut, perwakilan Polres Lombok Timur menyampaikan penghargaan atas penyampaian pendapat yang dilakukan secara tertib. Mereka juga menjelaskan bahwa Kapolres Lombok Timur belum dapat menemui massa karena sedang menjalankan agenda kedinasan yang telah dijadwalkan sebelumnya.

Dalam kesempatan itu, kepolisian memastikan seluruh aspirasi masyarakat telah diterima dan akan disampaikan kepada pimpinan sebagai bahan tindak lanjut. Polres Lombok Timur juga menegaskan komitmennya untuk menangani setiap laporan masyarakat sesuai mekanisme hukum yang berlaku dengan mengedepankan profesionalisme, objektivitas, serta integritas dalam setiap proses penegakan hukum.

Aksi damai tersebut berakhir dengan tertib setelah perwakilan massa menyerahkan tuntutan secara resmi kepada pihak kepolisian. Aparat keamanan bersama unsur pemerintah daerah tetap melakukan pengawalan hingga seluruh peserta meninggalkan lokasi demonstrasi.(win)

GJI