Pasokan BBM Nelayan di Lombok Timur Kembali Normal, Aktivitas Melaut Bergairah dan Ekonomi Pesisir Menggeliat

Table of Contents


RNN.com - 
Lombok Timur – Kondisi pasokan bahan bakar minyak (BBM) bagi nelayan di Kabupaten Lombok Timur kini kembali stabil. Kelancaran distribusi di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN) membawa dampak positif terhadap aktivitas penangkapan ikan sekaligus mendorong pergerakan ekonomi masyarakat yang tinggal di kawasan pesisir.

Sejumlah nelayan di wilayah Tanjung Luar hingga Labuhan Haji mengaku tidak lagi mengalami kesulitan memperoleh solar untuk kebutuhan melaut. Mereka menilai ketersediaan BBM yang terjaga dalam beberapa pekan terakhir menjadi angin segar setelah sebelumnya sempat dihadapkan pada keterbatasan pasokan.

Ketua salah satu kelompok nelayan di Tanjung Luar, Amaq Sadri, mengatakan para nelayan kini dapat berangkat melaut tanpa harus khawatir kehabisan bahan bakar. Menurutnya, kondisi tersebut sangat membantu para nelayan yang mencari ikan hingga ke perairan luar daerah, termasuk wilayah Nusa Tenggara Timur.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada Bupati Lombok Timur H. Haerul Warisin karena sekarang kebutuhan BBM lebih mudah didapat. Kami bisa fokus bekerja tanpa harus memikirkan stok bahan bakar," ujarnya saat ditemui di SPBN Tanjung Luar, Selasa (28/7/2026).

Apresiasi serupa juga disampaikan nelayan di SPBN Labuhan Haji. Mereka menilai kelancaran distribusi BBM tidak hanya berdampak terhadap hasil tangkapan ikan, tetapi juga ikut menopang usaha mikro yang dijalankan keluarga nelayan di kawasan pesisir.

Mereka berharap pelayanan tersebut dapat dipertahankan secara berkelanjutan dan tidak hanya berlangsung dalam waktu tertentu. Konsistensi distribusi dinilai menjadi faktor penting untuk menjaga roda perekonomian masyarakat pesisir tetap berjalan.

Sementara itu, Direktur Utama PT Energi Selaparang, Joyo Supeno, menjelaskan pihaknya terus melakukan pembenahan sistem distribusi BBM sesuai arahan Pemerintah Kabupaten Lombok Timur agar kebutuhan masyarakat pesisir dapat terpenuhi secara optimal.

Menurutnya, dua SPBN yang dikelola Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), yakni SPBN Tanjung Luar dan SPBN Labuhan Haji, membutuhkan pasokan sekitar 248 kiloliter BBM setiap bulan untuk melayani kebutuhan nelayan dan masyarakat pesisir.

Dalam setiap pengiriman, masing-masing SPBN menerima sekitar 16 kiloliter BBM. Tingginya kebutuhan membuat stok yang tersedia dapat habis dalam waktu satu hingga tiga hari sehingga proses pemesanan ke Pertamina dilakukan sebelum persediaan benar-benar kosong.

"Karena perputaran stok cukup cepat, kami harus melakukan pemesanan lebih awal agar distribusi tidak terputus," jelas Joyo.

Ia menambahkan, pembelian BBM di SPBN wajib disertai surat rekomendasi yang diterbitkan Dinas Kelautan dan Perikanan Lombok Timur. Kendala yang masih ditemui di lapangan umumnya berkaitan dengan administrasi, yakni masih ada nelayan yang datang tanpa membawa dokumen tersebut.

Meski demikian, masyarakat pesisir yang menjalankan usaha mikro juga diperbolehkan membeli BBM di SPBN sepanjang memenuhi persyaratan administrasi yang berlaku. Kebijakan itu diberikan karena banyak keluarga nelayan yang menggantungkan penghasilan tambahan dari sektor UMKM.

Joyo juga menyebutkan pelayanan SPBN tidak hanya diperuntukkan bagi nelayan di wilayah sekitar, tetapi juga melayani nelayan dari kawasan utara Lombok Timur seperti Kecamatan Pringgabaya dan Sambelia, selama mereka membawa rekomendasi resmi dari dinas terkait.

Dengan distribusi BBM yang semakin lancar, diharapkan produktivitas sektor perikanan tangkap terus meningkat dan mampu memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat pesisir di Kabupaten Lombok Timur.(win)

GJI