Bupati Lotim Dorong Digitalisasi Mitigasi Bencana, Aplikasi EWS Gumi Sasak Siap Perkuat Perlindungan Masyarakat Pesisir
RNN.com - Lombok Timur – Pemerintah Kabupaten Lombok Timur terus mempercepat penguatan sistem penanggulangan bencana melalui pemanfaatan teknologi digital. Salah satu upaya yang tengah dikembangkan adalah penerapan aplikasi Early Warning System (EWS) Gumi Sasak, sebuah platform peringatan dini berbasis Android yang menggabungkan teknologi modern dengan nilai-nilai kearifan lokal masyarakat Sasak.
Komitmen tersebut mengemuka dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD) bertajuk "Pengembangan Sistem Peringatan Dini Berbasis Kearifan Lokal Melalui Platform Android di Wilayah Pesisir Lombok Timur" yang berlangsung di Ruang Rapat Bupati Lombok Timur, Rabu (1/7/2026). Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Bupati Lombok Timur, H. Haerul Warisin.
Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan apresiasi kepada Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) yang telah memilih Kabupaten Lombok Timur sebagai lokasi pengembangan inovasi sistem peringatan dini tersebut. Menurutnya, keberadaan aplikasi EWS Gumi Sasak diharapkan mampu meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi berbagai ancaman bencana alam.
Ia menjelaskan bahwa Lombok Timur memiliki wilayah pesisir yang cukup luas sehingga membutuhkan sistem mitigasi yang cepat, akurat, dan mudah diakses masyarakat. Dengan memanfaatkan bahasa Sasak sebagai bagian dari fitur aplikasi, diharapkan informasi peringatan dapat dipahami lebih mudah oleh seluruh lapisan masyarakat.
Ketua Tim Peneliti UMJ, Azhari Aziz Samudra, menjelaskan bahwa aplikasi EWS Gumi Sasak dirancang sebagai sistem mitigasi bencana yang terintegrasi, efisien dari sisi biaya, namun tetap memiliki kemampuan yang komprehensif. Saat ini aplikasi masih berada pada tahap pengembangan dan akan terus disempurnakan sebelum diterapkan secara luas.
Platform tersebut dibekali 16 fitur utama yang masing-masing menggunakan istilah lokal sebagai identitasnya. Beberapa di antaranya mencakup deteksi gempa bumi, aktivitas Gunung Rinjani, tsunami, banjir, kebakaran hutan, angin kencang, kekeringan, curah hujan, kualitas lingkungan, hingga sistem pelaporan relawan dan peringatan melalui Kulkul EWS.
Selain itu, aplikasi juga telah memanfaatkan teknologi Global Positioning System (GPS) untuk menampilkan koordinat lokasi secara presisi. Fitur tersebut dinilai akan mempermudah pemerintah daerah dalam mengidentifikasi titik kejadian sekaligus mempercepat proses penanganan saat terjadi kondisi darurat.
Dalam mekanisme operasionalnya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lombok Timur akan berperan sebagai pusat verifikasi seluruh laporan yang masuk dari masyarakat. BPBD juga akan menyiapkan layanan siaga selama 24 jam agar setiap laporan dapat diverifikasi sebelum diteruskan kepada organisasi perangkat daerah (OPD) yang berwenang sesuai jenis kejadian.
Pemerintah Kabupaten Lombok Timur juga menargetkan agar pengembangan sistem ini tidak hanya dimanfaatkan untuk urusan kebencanaan. Ke depan, konsep platform digital tersebut direncanakan dapat dikembangkan menjadi sistem pendukung berbagai layanan pemerintahan lainnya sebagai bagian dari transformasi menuju tata kelola daerah berbasis smart city.
Diskusi tersebut turut dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Lombok Timur beserta jajaran perangkat daerah terkait, di antaranya BPBD, Bappeda, Dinas Sosial, Dinas PUPR, Dinas Kesehatan, Dinas Komunikasi dan Informatika, serta Dinas Perhubungan. Melalui kolaborasi lintas sektor ini, diharapkan lahir sistem mitigasi bencana yang lebih adaptif, efektif, dan mampu memberikan perlindungan maksimal bagi masyarakat Lombok Timur.(win)
