Alunan Budaya Pringgasela Raya X Ditutup Meriah, Lombok Timur Bidik Lebih Banyak Event Masuk KEN
RNN.com - Lombok Timur – Ribuan masyarakat memadati kawasan Tugu Mopra Pringgasela pada Sabtu malam (25/7/2026) untuk menyaksikan malam puncak Alunan Budaya Desa Pringgasela Raya X, sebuah perhelatan budaya yang telah berlangsung sejak 18 Juli lalu. Penutupan festival berlangsung semarak dengan suguhan seni yang memadukan tradisi dan kreativitas modern, sekaligus memperkuat posisi Pringgasela sebagai salah satu destinasi budaya unggulan di Nusa Tenggara Barat.
Acara tersebut dihadiri Wakil Bupati Lombok Timur H. Moh. Edwin Hadiwijaya bersama Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Lombok Timur Ny. Sri Mahyu Wardani Edwin yang mendampingi Ketua Dekranasda NTB Ny. Hj. Sinta M. Iqbal. Turut hadir mewakili Gubernur NTB, Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi NTB Muhammad Ihwan, serta sejumlah pejabat daerah, unsur Forkopimda, Bank Indonesia, tokoh adat, tokoh agama, hingga masyarakat.
Dalam sambutan Menteri Pariwisata Republik Indonesia yang dibacakan oleh Pelaksana Harian Direktur Politeknik Pariwisata Lombok, Amirosa Ria Satiadji, pemerintah pusat memberikan penghargaan kepada Majelis Seni dan Budaya Pringgasela Raya bersama Pemerintah Provinsi NTB, Pemerintah Kabupaten Lombok Timur, serta seluruh masyarakat yang dinilai berhasil menjaga keberlangsungan budaya melalui penyelenggaraan festival yang berkualitas.
Menurutnya, Alunan Budaya Desa bukan sekadar agenda hiburan tahunan, tetapi menjadi ruang untuk memperkuat identitas budaya sekaligus menjaga nilai-nilai tradisi agar tetap relevan di tengah perkembangan zaman. Kreativitas masyarakat dalam mengemas budaya menjadi daya tarik wisata dinilai sebagai langkah strategis yang patut diapresiasi.
Selain menjadi wadah pelestarian budaya, festival tersebut juga dinilai mampu memberikan dampak nyata terhadap perekonomian masyarakat. Kehadiran wisatawan selama pelaksanaan kegiatan turut menggerakkan sektor akomodasi, transportasi, kuliner, serta pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), sehingga membuka peluang ekonomi baru bagi warga sekitar.
Wakil Bupati Lombok Timur H. Moh. Edwin Hadiwijaya menegaskan bahwa setiap penyelenggaraan kegiatan daerah harus memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, terutama dalam meningkatkan aktivitas ekonomi. Ia mengapresiasi seluruh pihak yang telah berkontribusi menyukseskan Alunan Budaya Desa Pringgasela Raya dan berharap keberhasilan tersebut dapat menjadi inspirasi bagi desa-desa lain di Lombok Timur.
Menurut Edwin, Lombok Timur memiliki potensi budaya yang sangat besar dengan ratusan desa yang menyimpan kekayaan tradisi. Ia optimistis berbagai potensi tersebut dapat dikembangkan menjadi agenda wisata berskala nasional, termasuk berpeluang masuk dalam daftar Karisma Event Nusantara (KEN) sebagaimana yang telah diraih Pringgasela.
Pemerintah Kabupaten Lombok Timur, lanjutnya, akan terus memberikan dukungan terhadap berbagai kegiatan kreatif berbasis budaya yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat citra daerah sebagai destinasi wisata budaya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi NTB Muhammad Ihwan yang hadir mewakili Gubernur NTB menyampaikan apresiasi atas konsistensi masyarakat Pringgasela dalam menjaga tradisi. Menurutnya, keberhasilan festival ini membuktikan bahwa warisan budaya dapat dikembangkan secara elegan tanpa kehilangan nilai-nilai aslinya.
Ia juga menyoroti keberadaan kain tenun khas Pringgasela yang memiliki makna historis dan filosofis mendalam bagi masyarakat NTB. Tenun tersebut, katanya, bukan hanya hasil kerajinan tangan, melainkan simbol identitas, perjalanan sejarah, serta kebanggaan masyarakat yang harus terus dilestarikan sekaligus dikembangkan menjadi produk bernilai ekonomi tinggi.
Pemerintah Provinsi NTB pun berkomitmen memberikan dukungan terhadap pengembangan desa wisata, pelestarian wastra Nusantara, serta pemberdayaan UMKM kreatif agar budaya lokal mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.
Malam penutupan Alunan Budaya Desa Pringgasela Raya X berlangsung meriah melalui rangkaian pertunjukan fashion berbasis tenun tradisional, tari daerah, musik, hingga teater budaya yang memukau para pengunjung. Penampilan tersebut menjadi penutup yang menegaskan semangat masyarakat Pringgasela dalam merawat budaya sebagai aset yang tidak hanya bernilai sejarah, tetapi juga menjadi kekuatan pembangunan ekonomi dan pariwisata daerah.(win)
