Enam Pejabat Eselon II Lombok Timur Ikuti PKN Tingkat II di NTB

Table of Contents


RNN.com - 
Lombok Timur – Pemerintah Kabupaten Lombok Timur terus mendorong peningkatan kapasitas aparatur pemerintahan melalui penguatan kompetensi kepemimpinan. Salah satu langkah yang dilakukan adalah mengirim enam pejabat pimpinan tinggi pratama atau pejabat eselon II untuk mengikuti Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan XIII.

Pelatihan tersebut diselenggarakan oleh Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) Provinsi NTB dan dijadwalkan berlangsung mulai 2 Juni hingga 26 September. Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Kepala Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia (LAN RI), Muhammad Taufiq, di Ruang Karya BPSDMD NTB.

Wakil Bupati Lombok Timur, H. Moh. Edwin Hadiwijaya, turut hadir dalam pembukaan kegiatan tersebut. Acara itu juga dihadiri Wakil Gubernur NTB Hj. Indah Damayanti, Bupati Lombok Barat, serta perwakilan kepala daerah dari kabupaten/kota se-NTB.

Dalam arahannya, Wakil Gubernur NTB Hj. Indah Damayanti menyampaikan apresiasi atas kembali digelarnya pelatihan kepemimpinan tingkat nasional di NTB setelah delapan tahun tidak terlaksana. Ia berharap kegiatan serupa dapat menjadi agenda rutin sehingga pemerintah daerah dapat menyiapkan dukungan anggaran bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia aparatur.

Menurutnya, pelatihan kepemimpinan menjadi sangat penting di tengah perubahan zaman yang semakin cepat. Birokrasi saat ini tidak hanya dituntut mampu menjalankan tugas administratif, tetapi juga harus responsif terhadap tantangan seperti digitalisasi, perkembangan teknologi, dinamika global, ancaman krisis pangan dan energi, hingga keterbatasan fiskal daerah.

Ia menegaskan bahwa pemimpin publik harus mampu membaca situasi, mengambil keputusan secara cepat dan tepat, serta membangun kerja sama lintas sektor. Kepemimpinan yang kuat, lanjutnya, dibutuhkan untuk menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat.

Sementara itu, Kepala LAN RI Muhammad Taufiq menekankan bahwa seorang pemimpin harus terus belajar dan beradaptasi dengan perubahan. Ia menyebut kepemimpinan tidak terbentuk secara instan, melainkan melalui proses pembelajaran, pengalaman, serta pengembangan yang terarah.

Muhammad Taufiq juga mengingatkan pentingnya kepemimpinan adaptif dalam pengambilan keputusan. Menurutnya, pemimpin tidak cukup hanya menghasilkan keluaran kerja, tetapi juga harus mampu memberikan dampak nyata bagi organisasi dan masyarakat.

PKN Tingkat II Angkatan XIII ini diikuti sebanyak 60 peserta. Proses pembelajaran dilaksanakan dengan metode blended learning, yaitu perpaduan antara pembelajaran daring dan tatap muka langsung di kampus BPSDMD Provinsi NTB.(win)

GJI