BAZNAS Lombok Timur Perkuat Ketahanan Pangan, Petani Masbagik Dibekali Pengendalian Hama Ramah Lingkungan

Table of Contents


RNN.com - 
Lombok Timur – Upaya meningkatkan kualitas dan kemandirian petani terus dilakukan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Lombok Timur. Salah satunya melalui kegiatan Sekolah Lapangan Pengendalian Hama Terpadu (SL-PHT) yang resmi ditutup di Kecamatan Masbagik pada Selasa (23/6/2026).

Program tersebut merupakan bagian dari implementasi Program Lumbung Pangan BAZNAS 2025-2026 yang berfokus pada penguatan sektor pertanian melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia, khususnya para petani penerima manfaat program zakat produktif.

Penutupan kegiatan dihadiri Ketua BAZNAS Lombok Timur, Drs. H. Muhammad Kamli, Sekretaris BAZNAS Nurul Hadi, M.Pd., Staf Khusus Bupati Lombok Timur Bidang Pertanian H. Badar, serta sejumlah perangkat desa dan perwakilan kelompok tani.

Ketua BAZNAS Lombok Timur, Drs. H. Muhammad Kamli, mengatakan bahwa program pemberdayaan yang dijalankan tidak hanya bertujuan memberikan bantuan sesaat, melainkan menjadi langkah nyata untuk menciptakan petani yang mandiri dan mampu meningkatkan taraf hidup keluarganya.

Menurutnya, sektor pertanian memiliki peran penting dalam menjaga ketahanan pangan daerah, sehingga peningkatan pengetahuan dan keterampilan petani menjadi investasi jangka panjang yang harus terus didukung.

"Melalui program ini, kami berharap para petani dapat berkembang dan memperoleh manfaat yang berkelanjutan. Semoga ikhtiar yang dilakukan menjadi jalan kebaikan dan memberikan kemaslahatan bagi masyarakat," ujarnya.

Selama mengikuti sekolah lapangan, para peserta mendapatkan berbagai materi mengenai pengendalian hama secara terpadu dengan memanfaatkan metode yang lebih ramah lingkungan, efisien, dan berorientasi pada keberlanjutan pertanian.

Salah seorang perwakilan Kelompok Tani Sukadamai 1 dari Dusun Tangga, Desa Masbagik Timur, mengaku program tersebut memberikan banyak manfaat bagi para petani. Ia berharap kegiatan serupa dapat kembali dilaksanakan sehingga petani memiliki kesempatan untuk terus belajar dan meningkatkan kemampuan di bidang pertanian.

"Kami masih membutuhkan pendampingan dan pembelajaran lanjutan. Program ini sangat membantu kami dalam memahami cara mengelola pertanian yang lebih baik," katanya.

Sementara itu, kehadiran Pemerintah Kabupaten Lombok Timur melalui Staf Khusus Bupati Bidang Pertanian menunjukkan adanya sinergi antara program pemberdayaan berbasis zakat dan kebijakan pembangunan pertanian daerah.

Kolaborasi tersebut diharapkan mampu mendorong peningkatan produktivitas pertanian sekaligus memperkuat ketahanan pangan mulai dari tingkat desa hingga kabupaten.

Melalui Program Lumbung Pangan, BAZNAS Lombok Timur berkomitmen untuk terus menghadirkan berbagai program pemberdayaan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, khususnya para petani, agar semakin mandiri, sejahtera, dan berdaya saing.(win)

GJI