PDAM Lotim Siapkan Proyek Mata Air Loang Gali untuk Atasi Krisis Air di Wilayah Utara

Table of Contents

RNN.com - 
Lombok Timur – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Lombok Timur mulai mematangkan rencana pemanfaatan sumber mata air Loang Gali sebagai upaya memperkuat layanan air bersih di kawasan utara daerah tersebut. Program ini diproyeksikan menjadi solusi jangka panjang bagi masyarakat yang kerap mengalami kekurangan pasokan air, terutama saat musim kemarau.

Pelaksana Tugas Direktur Utama PDAM Lombok Timur, Sofian Hakim, mengatakan pemerintah daerah kini memberi perhatian lebih merata terhadap pembangunan infrastruktur air bersih di seluruh wilayah pelayanan. Menurutnya, pengembangan jaringan distribusi tidak lagi terpusat pada kawasan tertentu, melainkan diarahkan untuk menjangkau daerah yang selama ini rentan mengalami krisis air.

“Pemerataan pelayanan menjadi prioritas agar masyarakat di wilayah utara juga mendapatkan akses air bersih yang layak,” ujarnya, Kamis (21/5/2026).

Beberapa kecamatan yang masuk dalam prioritas pengembangan jaringan baru di antaranya Kecamatan Wanasaba, Suela, hingga Pringgabaya. Kawasan tersebut dinilai membutuhkan penguatan suplai air karena tingginya kebutuhan masyarakat serta keterbatasan distribusi yang ada saat ini.

PDAM Lombok Timur juga telah menyerahkan dokumen Detail Engineering Design (DED) kepada pemerintah daerah sebagai dasar perencanaan pembangunan infrastruktur penunjang. Dokumen tersebut memuat rancangan teknis pembangunan bak penampungan, jaringan perpipaan, hingga sistem distribusi yang terintegrasi dengan jaringan utama PDAM.

Selain itu, proses penganggaran proyek kini tengah dibahas bersama pemerintah daerah agar pengerjaan dapat segera direalisasikan.

Sofian menjelaskan, mata air Loang Gali dipilih karena memiliki debit air yang relatif stabil sepanjang tahun. Potensi tersebut dinilai mampu menjadi sumber pasokan utama untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam jangka panjang.

Dalam tahap pelaksanaannya nanti, PDAM akan membangun jaringan perpipaan baru dengan kapasitas lebih besar guna memperlancar distribusi air ke wilayah sasaran. Sistem distribusi juga dirancang agar lebih efisien sehingga hambatan teknis yang selama ini terjadi dapat diminimalisasi.

Meski demikian, PDAM memastikan pemanfaatan sumber air tersebut tidak akan mengganggu kebutuhan sektor pertanian maupun fasilitas umum masyarakat. Distribusi air disebut tetap diatur secara seimbang agar kebutuhan irigasi dan pelayanan publik tetap berjalan normal.

Dengan proyek ini, pemerintah daerah berharap persoalan kekurangan air bersih yang selama bertahun-tahun dirasakan warga di wilayah utara Lombok Timur dapat berangsur teratasi.(win)

GJI