HUT ke-74 Maraqitta’limat dan Haul TGH Zainuddin Arsyad, Momentum Penguatan Pendidikan Beradab di NTB
RNN.com - Lombok Timur – Suasana khidmat menyelimuti peringatan Hari Ulang Tahun ke-74 Yayasan Maraqitta’limat yang dirangkaikan dengan haul ke-35 Almaghfurullah TGH Zainuddin Arsyad. Kegiatan ini berlangsung di Pondok Pesantren Maraqitta’limat, Mamben Lauk, Kecamatan Wanasaba, Jumat (1/5/2026), dan dihadiri berbagai tokoh penting daerah.
Tampak hadir Wakil Bupati Lombok Timur, H. Moh. Edwin Hadiwijaya, bersama Gubernur Nusa Tenggara Barat, H. Lalu Muhammad Iqbal. Kehadiran keduanya menjadi bentuk dukungan pemerintah terhadap peran lembaga pendidikan berbasis pesantren dalam membangun sumber daya manusia.
Dalam sambutannya, Gubernur NTB menilai Yayasan Maraqitta’limat telah memberi kontribusi besar, khususnya dalam mencetak generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter dan etika yang kuat. Ia menyoroti pentingnya nilai adab dalam dunia pendidikan, terutama pada profesi pelayanan seperti tenaga kesehatan.
Menurutnya, lulusan dari lembaga tersebut dikenal tidak hanya cakap secara ilmu, tetapi juga memiliki sikap ramah dan empati tinggi terhadap sesama. Nilai-nilai ini dinilai semakin langka di tengah perkembangan zaman yang serba cepat.
Selain itu, Gubernur juga memaparkan arah kebijakan pembangunan NTB lima tahun ke depan. Ia menyebutkan fokus utama pemerintah provinsi meliputi penanggulangan kemiskinan, penguatan sektor pangan, serta pengembangan pariwisata. Ketiga program tersebut diyakini saling berkaitan dan membutuhkan dukungan sektor pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur yang memadai.
Ia optimistis bahwa potensi NTB yang besar dapat dioptimalkan untuk mendorong kemajuan daerah, asalkan seluruh elemen masyarakat turut ambil bagian. Pemerintah pun menargetkan agar kesejahteraan dapat dirasakan secara merata tanpa ada kelompok yang tertinggal.
Acara ini juga dihadiri Sekretaris Daerah Lombok Timur, unsur Forkopimda, pimpinan organisasi perangkat daerah, serta tokoh agama dan masyarakat. Momentum tersebut tidak hanya menjadi ajang peringatan, tetapi juga mempererat sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam membangun daerah yang lebih maju dan berdaya saing.(win)
