GASAK NTB Ingatkan Aksi PPS 2 Juni Jangan Hambat Pelabuhan dan Jalur Ekonomi Warga
RNN.com - Nusa Tenggara Barat — Gerakan Advokasi Strategis Analisis Kebijakan Nusa Tenggara Barat (GASAK NTB) angkat bicara terkait rencana aksi demonstrasi Aliansi Pemekaran Pulau Sumbawa (PPS) yang dijadwalkan berlangsung pada 2 Juni 2026.
GASAK NTB menegaskan bahwa menyampaikan pendapat di ruang publik merupakan hak setiap warga negara yang dilindungi konstitusi. Dalam negara demokrasi, aksi massa menjadi salah satu bentuk partisipasi masyarakat dalam mengawal kebijakan dan menyuarakan kepentingan publik.
Direktur GASAK NTB, Ar Yandis, mengatakan pihaknya menghormati setiap gerakan masyarakat yang dilakukan secara terbuka dan damai. Namun, ia mengingatkan agar penyampaian aspirasi tetap dilakukan dengan tertib serta tidak menimbulkan kerugian bagi masyarakat luas.
“Kami menghormati hak masyarakat untuk menyampaikan pendapat. Itu bagian dari demokrasi. Tetapi kami juga berharap aksi tersebut tidak sampai mengganggu aktivitas warga, terutama di titik-titik vital ekonomi,” ujar Yandis.
Ia menekankan bahwa fasilitas strategis seperti pelabuhan, bandara, terminal, serta jalur distribusi barang dan jasa harus tetap dijaga agar tidak terganggu. Menurutnya, apabila akses pada titik-titik tersebut terhambat, dampaknya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat, khususnya pelaku ekonomi kecil yang bergantung pada aktivitas harian.
Yandis juga menyoroti pentingnya menjaga kawasan pelabuhan agar tetap berfungsi normal. Sebab, pelabuhan menjadi salah satu pusat pergerakan ekonomi dan mobilitas masyarakat di NTB.
“Jangan sampai perjuangan aspirasi justru merugikan masyarakat kecil. Apalagi bagi warga yang hidup dan bekerja di sekitar area pelabuhan, aktivitas ekonomi harian sangat bergantung pada kelancaran akses tersebut,” tegasnya.
Selain kepada massa aksi, GASAK NTB juga meminta aparat keamanan mengedepankan pendekatan persuasif, humanis, dan terukur dalam melakukan pengamanan. Hal ini dinilai penting agar situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif selama aksi berlangsung.
GASAK NTB berharap seluruh pihak mampu menjaga keseimbangan antara kebebasan menyampaikan pendapat dan kepentingan publik. Menurut mereka, demokrasi yang sehat bukan hanya memberi ruang bagi aspirasi, tetapi juga memastikan aktivitas masyarakat tetap berjalan tanpa gangguan.(red)
