Bantuan Korban Kebakaran Pasar Pringgabaya Disorot, Pedagang Minta Penyaluran Lebih Adil

Table of Contents

RNN.com - 
Lombok Timur — Bantuan bagi para korban kebakaran di Pasar Pringgabaya kembali menjadi sorotan setelah sejumlah pedagang mengaku kecewa dengan mekanisme pembagian bantuan yang dinilai belum mencerminkan besarnya kerugian masing-masing korban.

Dalam penyaluran bantuan tersebut, para pedagang terdampak diketahui menerima nominal yang sama, yakni Rp2 juta per orang. Kondisi itu memunculkan keluhan karena kerugian yang dialami para korban disebut sangat bervariasi, mulai dari puluhan hingga ratusan juta rupiah.

Beberapa pedagang menilai kebijakan bantuan yang disamaratakan kurang memberikan rasa keadilan, terutama bagi mereka yang kehilangan seluruh barang dagangan dan modal usaha akibat kebakaran yang melanda pasar beberapa waktu lalu.

“Kami tetap berterima kasih karena sudah diperhatikan, tetapi kerugian setiap pedagang berbeda. Ada yang kehilangan sedikit, ada juga yang sampai ratusan juta,” ujar salah seorang korban kebakaran.

Ia berharap pemerintah daerah bersama pihak terkait dapat mempertimbangkan kembali pola penyaluran bantuan agar lebih menyesuaikan dengan tingkat kerusakan dan kerugian yang dialami masing-masing pedagang.

Sorotan serupa juga disampaikan Ketua Parekraf sekaligus mantan Kepala Pasar Pringgabaya, Hokmi Putra. Menurutnya, proses pemulihan ekonomi para korban akan lebih efektif apabila bantuan diberikan berdasarkan kondisi nyata di lapangan.

Hokmi menilai banyak pedagang kini kesulitan memulai kembali usaha mereka karena sebagian besar modal dan stok barang habis terbakar. Karena itu, ia mendorong adanya perhatian lanjutan dari pemerintah maupun pihak lain untuk membantu pemulihan aktivitas perdagangan di pasar tersebut.

“Penanganan pascakebakaran tidak cukup hanya bantuan awal. Pedagang membutuhkan dukungan agar bisa kembali berjualan dan memutar roda ekonomi mereka,” katanya, Selasa (05/05/2026).

Para korban juga berharap ke depan pemerintah dapat menerapkan sistem pendataan yang lebih rinci sehingga bantuan yang disalurkan benar-benar tepat sasaran dan sesuai kebutuhan masing-masing pedagang terdampak.(win)

GJI