Pendekatan Religius Polisi di Palembang Perkuat Keamanan, Warga Dilibatkan Lewat Majelis Taklim
RNN.com - Palembang — Upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) terus dikembangkan oleh Polda Sumatera Selatan dengan pendekatan yang lebih humanis. Salah satunya dilakukan melalui kegiatan keagamaan yang menyentuh langsung kehidupan warga, sebagai bagian dari implementasi program Polri Presisi yang digagas oleh Listyo Sigit Prabowo.
Kegiatan ini dijalankan oleh jajaran Polsek Sukarami di Pos Polisi KM 12 Palembang. Pada Jumat (24/4/2026), Kapospol KM 12, Aipda Agus Susanto, menginisiasi kegiatan majelis taklim yang dikombinasikan dengan edukasi terkait keamanan lingkungan.
Berbeda dengan pendekatan konvensional, kegiatan ini menyasar masyarakat yang beraktivitas di sekitar terminal dan pasar, seperti pengemudi ojek pangkalan serta pedagang kaki lima. Kawasan tersebut dikenal memiliki mobilitas tinggi sekaligus potensi gangguan sosial, sehingga diperlukan pendekatan yang lebih persuasif.
Dalam kegiatan tersebut, warga tidak hanya mendapatkan siraman rohani, tetapi juga pemahaman mengenai pentingnya menjaga ketertiban secara mandiri. Polisi mendorong masyarakat untuk berperan aktif sebagai penjaga keamanan di lingkungannya masing-masing melalui sikap disiplin, jujur, dan saling menghargai.
Aipda Agus Susanto menjelaskan bahwa pendekatan spiritual dipilih karena dinilai mampu membangun kesadaran dari dalam diri masyarakat. Menurutnya, keamanan tidak selalu harus ditegakkan dengan tindakan keras, melainkan bisa dimulai dari perubahan pola pikir dan perilaku.
Selain itu, warga juga diberikan pemahaman mengenai bahaya praktik perjudian, konsumsi minuman keras, serta potensi gangguan seperti premanisme yang kerap terjadi di ruang publik.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumatera Selatan, Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya, menyampaikan bahwa kegiatan ini mencerminkan transformasi peran Polri yang tidak hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai mitra masyarakat.
Ia menegaskan bahwa pendekatan yang mengedepankan sisi kemanusiaan menjadi kunci dalam membangun kepercayaan publik sekaligus menciptakan stabilitas keamanan yang berkelanjutan.
Program ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi satuan kepolisian lainnya dalam menerapkan strategi berbasis nilai sosial dan budaya lokal. Dengan menggabungkan pendekatan spiritual dan tugas kepolisian, diharapkan tercipta hubungan yang lebih harmonis antara aparat dan masyarakat di Sumatera Selatan.(red)

