Penataan Masjid dan Ruang Publik Jadi Prioritas, Pemkab Lombok Timur Siapkan Integrasi At-Taqwa Pancor
RNN.com - Lombok Timur — Pemerintah Kabupaten Lombok Timur menegaskan komitmennya dalam memperkuat peran masjid sebagai pusat aktivitas umat, tidak hanya dalam aspek ibadah, tetapi juga sosial dan ekonomi. Hal ini disampaikan Sekretaris Daerah Lombok Timur, H. Muhammad Juaini Taofik, saat menghadiri pelantikan pengurus Masjid Besar At-Taqwa Pancor periode 2026–2030 pada Jumat malam (17/4/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Sekda mengungkapkan rencana pemerintah daerah untuk mengintegrasikan Masjid Besar At-Taqwa Pancor dengan ruang terbuka publik di sekitarnya. Konsep ini diharapkan mampu menciptakan kawasan yang lebih inklusif dan bermanfaat bagi masyarakat, sebagaimana yang telah diterapkan pada penataan Masjid Besar Masbagik.
Menurutnya, saat ini pemerintah tengah melakukan kajian administratif terkait pengelolaan dan pemanfaatan aset lahan. Tahapan tersebut menjadi bagian penting sebelum proses hibah atau penggunaan lahan tambahan dapat direalisasikan secara sah dan sesuai aturan. Ia menambahkan, arahan dari Bupati Lombok Timur telah diberikan agar proses kajian tersebut segera dituntaskan.
Selain itu, pemerintah daerah juga telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp30 miliar yang akan disalurkan secara bertahap selama tiga tahun untuk revitalisasi Masjid Agung Al-Mujahidin Selong. Program ini bertujuan memperbarui fasilitas masjid agar lebih representatif serta terintegrasi dengan kawasan publik di sekitarnya, termasuk Taman Tugu di depan Pendopo.
Sekda juga menyoroti pentingnya transparansi dan integritas dalam pengelolaan masjid. Ia mengapresiasi kinerja pengurus Masjid At-Taqwa Pancor yang dinilai mampu menjaga amanah dengan baik meski tanpa imbalan. Menurutnya, nilai-nilai tersebut patut menjadi contoh, termasuk bagi aparatur pemerintahan.
Dengan jumlah masjid yang mencapai lebih dari seribu unit di Lombok Timur, pemerintah melihat potensi besar dalam menjadikan masjid sebagai pusat pemberdayaan masyarakat. Sekda berharap Masjid Besar At-Taqwa Pancor dapat berkembang menjadi pusat kegiatan pendidikan, ekonomi, sekaligus sosial keagamaan.
Dalam kesempatan yang sama, Sekda juga memberikan pesan kepada calon jamaah haji asal Lombok Timur agar menjaga sikap dan etika selama menjalankan ibadah di Tanah Suci. Ia mengingatkan agar setiap kendala yang dihadapi disampaikan langsung kepada petugas, bukan melalui media sosial, guna menjaga citra daerah serta memastikan penanganan yang cepat.
Pemerintah daerah, lanjutnya, telah menyiapkan tenaga kesehatan untuk mendampingi jamaah selama perjalanan ibadah haji. Ia mengimbau para jamaah agar menjaga kondisi fisik dengan mengikuti anjuran medis, seperti menjaga asupan cairan dan pola makan.
Acara pelantikan tersebut turut dihadiri sejumlah pejabat daerah, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta para jamaah calon haji yang akan berangkat pada musim haji tahun ini.(win)

