Memanas di Lahat: Bupati Soroti Kinerja Sekwan, Kisruh LKPJ 2025 Jadi Pemicu
RNN.com - Lahat — Hubungan antara pemerintah daerah dan DPRD Kabupaten Lahat tengah menjadi sorotan setelah munculnya pernyataan keras dari Bupati Lahat, Bursah Zarnubi, yang viral di berbagai platform media sosial.
Insiden tersebut terjadi usai agenda pelantikan sejumlah pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lahat pada Selasa (21/4/2026). Dalam rekaman video yang beredar, Bursah terlihat menyampaikan kritik tajam terhadap Sekretaris DPRD (Sekwan), yang ia nilai sebagai sumber ketegangan antara pihak eksekutif dan legislatif.
Dalam pernyataannya, Bursah secara terbuka meminta agar Sekwan mempertimbangkan untuk mengundurkan diri. Ia menilai tindakan dan sikap Sekwan telah memperkeruh hubungan kerja antara pemerintah daerah dan DPRD.
Polemik ini berawal dari tertundanya pembahasan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun Anggaran 2025 yang sebelumnya dijadwalkan digelar di ruang rapat utama DPRD Lahat. Penundaan tersebut memicu perdebatan internal sekaligus menarik perhatian publik.
Menurut Bursah, persoalan ini bukan semata kendala teknis, melainkan mencerminkan lemahnya komunikasi dan koordinasi antar lembaga. Ia menjelaskan bahwa dirinya bersama Wakil Bupati, Widia Ningsih, telah menyampaikan alasan ketidakhadiran karena agenda penting di Jakarta.
Ia juga menegaskan bahwa jadwal rapat seharusnya dapat disesuaikan dengan kondisi tersebut, bukan justru menimbulkan kesan ketidakharmonisan.
Meski melontarkan kritik keras, Bursah menekankan pentingnya keterbukaan terhadap kritik sebagai bagian dari mekanisme kontrol dalam pemerintahan.
“Saya terbuka terhadap kritik. Itu penting untuk kemajuan,” ujarnya.
Sementara itu, hingga saat ini belum ada tanggapan resmi dari pihak Sekwan maupun pimpinan DPRD Lahat terkait polemik yang berkembang. Situasi ini menimbulkan kekhawatiran akan terganggunya sinergi antara eksekutif dan legislatif, khususnya dalam pembahasan agenda strategis daerah ke depan.(red)

