RNN.com - Lombok Timur — Pemerintah Kabupaten Lombok Timur tengah mempersiapkan pembangunan Rumah Sakit (RS) Baznas yang digadang-gadang menjadi terobosan baru dalam sistem pelayanan kesehatan di Indonesia. Proyek ini tidak hanya berfokus pada penyediaan fasilitas medis, tetapi juga menghadirkan pendekatan berbeda melalui pemanfaatan dana filantropi Islam seperti zakat, infak, sedekah, dan wakaf.
Inisiatif yang didorong oleh Bupati Lombok Timur, H. Haerul Warisin, ini muncul sebagai upaya menjawab berbagai persoalan sosial di daerah, termasuk tingginya angka kemiskinan dan kasus stunting. Dengan jumlah penduduk terbesar di Provinsi Nusa Tenggara Barat, Lombok Timur membutuhkan strategi yang tidak hanya bersifat kuratif, tetapi juga berdampak jangka panjang terhadap kesejahteraan masyarakat.
Guru Besar Ekonomi Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Mataram, Prof. Riduan Mas’ud, menilai pembangunan RS Baznas merupakan langkah progresif dalam mengubah pola pemanfaatan dana zakat. Ia menyebut, pendekatan ini menggeser fungsi zakat dari sekadar bantuan konsumtif menjadi investasi sosial yang berkelanjutan.
Menurutnya, sektor kesehatan memiliki keterkaitan erat dengan kondisi ekonomi masyarakat. Ketika akses layanan kesehatan meningkat, masyarakat memiliki peluang lebih besar untuk tetap produktif, sehingga secara tidak langsung mampu menekan angka kemiskinan.
Konsep yang diusung dalam pembangunan RS Baznas ini juga sejalan dengan prinsip Maqashid Syariah, khususnya dalam menjaga keselamatan jiwa. Dalam konteks ini, zakat tidak hanya dipahami sebagai kewajiban ibadah, tetapi juga sebagai instrumen pembangunan sosial yang mampu menciptakan sistem kesejahteraan yang mandiri.
Berbeda dengan program bantuan sosial konvensional, model yang diterapkan dalam RS Baznas mengedepankan kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat. Skema ini mencerminkan konsep negara kesejahteraan berbasis nilai-nilai Islam, di mana pengelolaan dana umat dilakukan secara terstruktur untuk membangun layanan publik yang berkelanjutan.
Jika terealisasi dengan baik, Lombok Timur berpotensi menjadi daerah percontohan dalam pengelolaan dana filantropi untuk sektor kesehatan. Model ini diharapkan dapat menginspirasi daerah lain agar tidak sepenuhnya bergantung pada anggaran pemerintah dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.
Pembangunan RS Baznas sekaligus menjadi bukti bahwa ekonomi syariah dapat diimplementasikan secara nyata untuk menjawab tantangan sosial. Dengan pengelolaan yang profesional dan transparan, dana umat diyakini mampu menjadi kekuatan besar dalam menciptakan layanan kesehatan yang inklusif dan berkeadilan.
Kehadiran rumah sakit ini pun diharapkan membuka akses layanan kesehatan yang lebih merata, sehingga masyarakat dari berbagai lapisan ekonomi dapat memperoleh hak dasar untuk hidup sehat tanpa terkendala biaya.(win)