Warga Sekotong Protes Respons Pemkab Lobar, Soroti Lambannya Penanganan Jalan Amblas
RNN.com - Lombok Barat – Gelombang protes datang dari warga Desa Buwun Mas dan wilayah Sekotong menyusul penanganan jalan amblas akibat longsor yang dinilai belum maksimal. Masyarakat menilai langkah tanggap darurat yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Lombok Barat belum menjawab kebutuhan mendesak di lapangan.
Ketua Perkumpulan Indonesia Bergerak, Erwin, menyampaikan bahwa penolakan warga bukan tanpa alasan. Menurutnya, kondisi jalan yang terputus total berpotensi memicu longsor susulan serta kecelakaan lalu lintas jika tidak segera ditangani secara serius.
Ia menilai respons pemerintah terkesan setengah hati dan tidak sejalan dengan pernyataan resmi yang beredar di media sosial pemerintah daerah. “Jangan hanya tegas dalam pernyataan, tapi minim aksi nyata di lapangan,” ujarnya, Minggu (28/2/2026).
Kritik serupa juga disampaikan oleh DPD KASTA NTB Lombok Barat. Ketua DPD KASTA NTB Lombok Barat, Tontowi Jauhari, mengecam narasi sejumlah pihak di lingkup pemerintah daerah yang dianggap mencoba mengalihkan perhatian dari lambannya perbaikan infrastruktur.
Menurutnya, warga Sekotong lebih membutuhkan kepastian perbaikan jalan daripada pernyataan-pernyataan yang dinilai tidak menyentuh persoalan utama. Ia menyebut, sejak longsor terjadi pada 24 Februari 2026, masyarakat harus bergotong royong memperbaiki akses jalan secara swadaya demi menjaga mobilitas warga.
KASTA NTB juga mendesak Bupati Lombok Barat, H. Lalu Ahmad Zaini, agar memberi perhatian serius terhadap infrastruktur dasar di wilayah pelosok, terutama yang terdampak bencana.
Hingga berita ini disusun, Kepala BPBD dan Kepala Dinas PUPR Lombok Barat belum memberikan tanggapan atas konfirmasi yang dilayangkan media. Kondisi di Sekotong pun masih menjadi perhatian warga yang berharap ada langkah cepat dan konkret dari pemerintah daerah.(red)

