PDAM Lombok Timur Klarifikasi Kerusakan Jalan Desa Ketangga Suela, Sebut Dana Perbaikan Sudah Disalurkan
RNN.com - Lombok Timur – Warga Desa Ketangga, Kecamatan Suela, Lombok Timur, harus turun tangan memperbaiki jalan desa yang rusak parah akibat proyek pemasangan jaringan pipa PDAM yang dikerjakan pada tahun 2022. Dengan menggunakan peralatan sederhana seperti sekop dan cangkul, masyarakat setempat berupaya menutup lubang dan meratakan tanah agar jalan kembali bisa dilalui.
Kerusakan jalan terjadi pada akses yang menghubungkan permukiman warga dengan Masjid Pusaka yang berada di Dusun Montong Gedeng. Saat ini kondisi jalan dipenuhi lubang besar serta gundukan tanah yang tidak rata, sehingga menyulitkan warga yang melintas, Rabu (04/03/2026).
Padahal jalur tersebut merupakan salah satu akses utama masyarakat untuk beraktivitas sehari-hari. Selain menuju tempat ibadah, jalan tersebut juga menjadi rute penting bagi warga, terutama saat momen mudik atau kegiatan keagamaan.
Ketua Pemuda Dusun Montong Gedeng, Paesal Kodrat, menyampaikan kekecewaannya atas kondisi jalan yang belum juga diperbaiki sejak proyek pemasangan pipa selesai beberapa tahun lalu. Menurutnya, setelah pekerjaan instalasi pipa rampung, seharusnya kondisi jalan dikembalikan seperti semula.
“Proyek itu sudah selesai sejak 2022, tetapi sampai sekarang jalan yang digali tidak pernah diperbaiki secara layak. Karena tidak kunjung ditangani, warga akhirnya berinisiatif memperbaiki secara swadaya,” katanya.
Ia menambahkan bahwa kerusakan tersebut bukan hanya menimbulkan ketidaknyamanan, tetapi juga berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan. Anak-anak, lansia, hingga jamaah masjid kerap mengalami kesulitan saat melintasi jalur tersebut, terutama ketika malam hari atau saat hujan turun.
Menanggapi persoalan itu, Direktur PDAM Lombok Timur, Sopyan Hakim, menjelaskan bahwa proyek pemasangan jaringan pipa yang dimaksud merupakan pekerjaan lama yang dilaksanakan pada masa kepemimpinan sebelumnya.
Menurutnya, PDAM Lombok Timur telah menyalurkan dana kepada pemerintah desa sebagai bentuk tanggung jawab untuk memperbaiki akses jalan yang terdampak proyek tersebut.
“Setelah kami lakukan pengecekan internal, dana untuk perbaikan jalan sudah diserahkan kepada pihak desa,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa PDAM tidak mengabaikan tanggung jawab terhadap dampak proyek tersebut. Pihaknya mengklaim telah mengambil langkah dengan menyalurkan anggaran untuk perbaikan.
Hingga saat ini, belum ada penjelasan resmi dari Pemerintah Desa Ketangga terkait penggunaan dana perbaikan jalan yang disebut telah disalurkan oleh PDAM. Sementara itu, warga berharap ada penanganan permanen agar akses utama desa kembali aman dan nyaman digunakan.(win)

