Ia menyebut, pihaknya masih menunggu arahan yang jelas sebelum mengambil langkah lebih lanjut di daerah. Menurutnya, wacana tersebut sebaiknya dikaji ulang mengingat sejumlah agenda pendidikan penting akan berlangsung dalam waktu dekat.
Pada bulan April mendatang, pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) menjadi salah satu fokus utama, bersamaan dengan persiapan memasuki tahun ajaran baru 2026/2027. Kondisi ini dinilai membutuhkan metode pembelajaran yang optimal agar capaian siswa tetap maksimal.
Wathoni menilai, pembelajaran tatap muka masih menjadi pilihan paling efektif dibandingkan sistem daring. Pengalaman selama masa pandemi COVID-19 menunjukkan bahwa proses transfer ilmu melalui pembelajaran jarak jauh belum mampu memberikan hasil yang maksimal.
Karena itu, ia berharap pemerintah pusat dapat mempertimbangkan kembali rencana tersebut. Menurutnya, kualitas pembelajaran harus menjadi prioritas utama, terutama menjelang agenda akademik penting bagi siswa tingkat SD dan SMP di Lombok Timur.
Hingga saat ini, Disdikbud Lombok Timur masih menunggu keputusan resmi dari pemerintah pusat sebelum menentukan kebijakan lanjutan di daerah.(win)