RNN.com - Lombok Timur - Peresmian dan syukuran Masjid Jami’ Ali Jabir di Desa Toya, Kecamatan Aikmel, Lombok Timur, berlangsung khidmat pada Sabtu (7/2/2026). Momentum tersebut dihadiri langsung oleh Wakil Bupati Lombok Timur H. Moh. Edwin Hadiwijaya bersama sejumlah tokoh agama, tokoh masyarakat, dan unsur pendidikan di wilayah Aikmel.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati menilai berdirinya masjid tersebut menjadi simbol kuatnya kebersamaan antara pemerintah, ulama, dan masyarakat. Menurutnya, pembangunan di daerah akan lebih mudah terwujud ketika seluruh elemen bersinergi dan memiliki tujuan yang sama.
Ia juga menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus mendorong kegiatan keagamaan sebagai bagian dari pembangunan karakter masyarakat. Dukungan tersebut, katanya, tidak hanya dalam bentuk fasilitas, tetapi juga kebijakan yang menunjang kehidupan religius warga.
Pada kesempatan itu, Wakil Bupati turut menyinggung penyesuaian kebijakan penyelenggaraan ibadah haji setelah adanya Kementerian Haji dan Umrah. Salah satu perubahan yang disoroti adalah pemeriksaan kesehatan calon jamaah yang kini dilakukan sebelum pelunasan biaya. Skema tersebut diharapkan dapat membantu mengefisienkan proses, mengingat masa tunggu haji di Lombok Timur yang mencapai puluhan tahun.
Ketua panitia pembangunan masjid, H. Syakirin, menjelaskan bahwa rangkaian kegiatan yang digelar bukan sekadar seremoni peresmian bangunan. Ia menyebut acara tersebut sebagai ungkapan rasa syukur yang diwujudkan melalui kegiatan sosial dan keagamaan.
Pihaknya juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat, termasuk Tuan Guru H. Muhammad Sapoan yang selama ini aktif membina masyarakat dalam proses pembangunan masjid yang memakan waktu sekitar tiga tahun.
Kegiatan syukuran turut dihadiri Camat Aikmel, pimpinan Pondok Pesantren Darul Falah, perwakilan MUI Lombok Timur, anggota DPRD, pengurus masjid, serta pimpinan lembaga pendidikan setempat.
Selain doa bersama, panitia juga menggelar bakti sosial berupa khitanan massal dan pemberian santunan bagi anak yatim dan piatu. Rangkaian acara ditutup dengan tausiyah yang disampaikan oleh Tuan Guru Abdulloh Husni, menambah nuansa religius dalam peresmian rumah ibadah tersebut.(win)