Perkuat Pasar Lokal, Energi Selaparang Gandeng UMKM Dorong Penjualan AMDK Asel di Lombok Timur
RNN.com - Lombok Timur – Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kabupaten Lombok Timur, PT Energi Selaparang, terus memperluas jangkauan pasar produk air minum dalam kemasan (AMDK) merek Asel dengan menggandeng pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Langkah ini menjadi bagian dari strategi perusahaan memperkuat posisi produk lokal di tengah persaingan industri air minum.
Upaya tersebut terlihat dalam kegiatan sosialisasi yang digelar di kantor PT Energi Selaparang pada Kamis, 5 Februari 2026. Dalam pertemuan itu, manajemen perusahaan berdialog langsung dengan para pelaku UMKM serta sejumlah instansi pembina usaha.
Direktur Utama PT Energi Selaparang, Joyo Supeno, menyampaikan bahwa respons masyarakat terhadap produk Asel menunjukkan tren positif. Menurutnya, tingkat kepercayaan konsumen terus meningkat seiring konsistensi perusahaan menjaga mutu produk.
Ia menjelaskan, saat ini kapasitas produksi Asel berada di kisaran 1.000 hingga 1.700 dus per hari. Produk tersebut tersedia dalam berbagai varian kemasan, mulai dari gelas 220 ml, botol 330 ml, 600 ml, 1.500 ml, hingga kemasan galon.
Untuk memastikan standar kualitas, perusahaan juga mengoperasikan laboratorium internal yang melakukan pengujian rutin setiap hari. Hasil pengujian menunjukkan kualitas Asel mampu bersaing dengan merek nasional di kelasnya.
“Kami ingin Asel menjadi pilihan utama masyarakat Lombok Timur, bahkan ke depan bisa menembus pasar luar daerah,” ujar Joyo didampingi Humas PT Energi Selaparang, Agung Subekti.
Kegiatan sosialisasi turut melibatkan sejumlah instansi seperti Bapenda, Dinas Koperasi dan UKM, Dinas Perindustrian, Dinas Perdagangan, Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan, Bakesbangpol, serta organisasi pelaku usaha seperti APIKEM, APMIKIMMDO, dan Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM).
Dari sisi pelaku usaha, dukungan mengalir untuk memperluas distribusi. Ketua APIKEM menyatakan kesiapan membantu promosi melalui kegiatan Car Free Day dan Car Free Night, serta mendorong kehadiran Asel di berbagai gerai UMKM dan ritel modern.
Sementara itu, APMIKIMMDO menilai produk AMDK lokal seperti Asel semakin dikenal masyarakat sehingga peluang penetrasi pasar dinilai cukup terbuka, terutama melalui jaringan koperasi dan UMKM.
Sejumlah masukan juga disampaikan instansi terkait, di antaranya pentingnya menjaga stabilitas harga agar tetap kompetitif serta mempertahankan kualitas produk. Selain itu, mengingat produk telah masuk pasar bebas, perusahaan disarankan mulai mengurangi pencantuman identitas pemerintah daerah pada kemasan.
Pertemuan tersebut menghasilkan sejumlah rencana tindak lanjut, terutama terkait skema kerja sama distribusi dengan UMKM, koperasi, dan jaringan ritel. Aspek administratif dan teknis kerja sama dijadwalkan dibahas lebih lanjut pada pertemuan berikutnya.
Dengan kolaborasi berbagai pihak, PT Energi Selaparang optimistis AMDK Asel dapat semakin menguat sebagai produk kebanggaan daerah sekaligus memberikan dampak ekonomi bagi pelaku usaha lokal.(win)
