Jembatan Penghubung Tiga Kecamatan di Lombok Timur Runtuh, Aktivitas Warga Terhenti

Table of Contents

RNN.com
- Lombok Timur – Infrastruktur vital yang menghubungkan sejumlah wilayah di Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, mengalami kerusakan parah setelah sebuah jembatan ambruk pada Sabtu malam, 10 Januari 2026. Insiden ini berdampak langsung pada terhambatnya arus transportasi dan aktivitas masyarakat di Kecamatan Masbagik, Pringgasela, dan Sikur.

Jembatan yang berada di Dusun Gawah Malang, Desa Lendang Nangka Utara, roboh sekitar pukul 21.00 WITA. Kejadian tersebut berlangsung tiba-tiba dan mengejutkan warga sekitar. Meski kerap dilalui kendaraan hingga malam hari, peristiwa ini tidak menimbulkan korban jiwa.

Seorang warga setempat mengungkapkan bahwa saat kejadian cuaca relatif normal dan tidak terjadi hujan. Ia menyebutkan, keruntuhan diduga kuat disebabkan oleh kerusakan struktur dasar jembatan yang sudah berlangsung cukup lama.

“Kondisinya memang sudah lama bermasalah. Bagian pondasi di sisi barat sering tergerus air dari arah hutan, tapi belum pernah diperbaiki secara menyeluruh,” ungkapnya.

Akibat rusaknya pondasi tersebut, badan jembatan kehilangan penopang dan akhirnya runtuh. Warga menilai beban jembatan semakin berat karena sering dilalui kendaraan bertonase besar, padahal jalur tersebut merupakan jalan kabupaten yang menjadi akses utama distribusi barang dan mobilitas harian.

Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lombok Timur menyatakan bahwa jembatan tersebut memiliki peran strategis bagi masyarakat sekitar. Akses tersebut selama ini menunjang berbagai sektor penting, mulai dari pendidikan, pelayanan kesehatan, hingga perekonomian warga.

“Kami sudah melakukan langkah darurat dengan memasang pengaman dan menutup akses agar tidak ada warga yang melintas. Penanganan lanjutan akan segera dikoordinasikan dengan instansi terkait,” ujar Kepala Pelaksana BPBD Lombok Timur.

Hingga saat ini, warga terpaksa mencari jalur alternatif yang jaraknya lebih jauh untuk beraktivitas. Pemerintah daerah diharapkan segera melakukan perbaikan agar roda kehidupan masyarakat dapat kembali berjalan normal.(win)

DINAS-PETERNAKAN-DAN-KESEHATAM-20250218-194449-0000
GJI