PT Energi Selaparang Genjot Produksi AMDK Jelang Lonjakan Kebutuhan Nataru

Table of Contents

RNN.com
- Lombok Timur – Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru), Pemerintah Kabupaten Lombok Timur melalui Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT Energi Selaparang meningkatkan kapasitas produksi air minum dalam kemasan (AMDK). Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan kebutuhan masyarakat yang diperkirakan meningkat signifikan dibanding hari normal.

Direktur Utama PT Energi Selaparang, Joyo Supeno, menyampaikan bahwa perusahaan saat ini mengoptimalkan seluruh potensi produksi yang dimiliki, meskipun masih menghadapi berbagai keterbatasan teknis. Menurutnya, momen Nataru menjadi periode krusial yang menuntut kesiapan stok agar tidak terjadi kekosongan pasokan di pasaran.

Ia menjelaskan, sumber air yang digunakan telah memenuhi standar kebersihan dan kesehatan serta memiliki sertifikasi layak konsumsi. Selain itu, ketersediaan bahan pendukung seperti botol dan kemasan gelas juga telah disiapkan. Untuk kebutuhan instansi pemerintah di tingkat kabupaten dan kecamatan, distribusi sebagian besar telah terealisasi, sementara permintaan dari pemerintah desa dan lembaga lainnya masih dalam tahap pemenuhan.

Joyo menambahkan, dukungan penyertaan modal dari APBD Lombok Timur dimanfaatkan tidak hanya untuk peningkatan produksi AMDK, tetapi juga untuk pembenahan unit usaha lain, termasuk Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN). Upaya tersebut juga dibarengi dengan pengajuan penambahan kuota ke BPH Migas sebagai bagian dari penguatan kinerja BUMD secara menyeluruh.

Sebagai satu-satunya BUMD di Nusa Tenggara Barat yang memproduksi AMDK, PT Energi Selaparang juga mulai mengkaji peluang perluasan pasar ke luar wilayah Lombok Timur. Namun demikian, rencana ekspansi tersebut masih menunggu arah kebijakan dan dukungan pemerintah provinsi ke depan.

Dalam beberapa tahun terakhir, PT Energi Selaparang disebut tengah melakukan pembenahan internal setelah sebelumnya mengalami penurunan kinerja. Restrukturisasi manajemen, efisiensi jumlah karyawan, serta pengendalian biaya operasional menjadi langkah utama yang kini mulai menunjukkan hasil positif, termasuk meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap produk daerah.

Dukungan pemerintah daerah juga dinilai berperan besar dalam mendorong pemasaran produk AMDK bermerek “Asel”. Seluruh unsur pemerintahan, mulai dari pimpinan daerah, organisasi perangkat daerah, hingga pemerintah kecamatan dan desa, dilibatkan untuk memprioritaskan penggunaan produk lokal.

Dalam aspek distribusi, PT Energi Selaparang kini telah menjalin kerja sama dengan agen dan distributor di hampir seluruh kecamatan di Lombok Timur. Melalui sistem tersebut, perusahaan menargetkan respons cepat terhadap permintaan pasar, termasuk pengiriman langsung apabila terjadi kekurangan stok di tingkat agen.

Dengan berbagai langkah tersebut, manajemen PT Energi Selaparang optimistis mampu menjaga ketersediaan AMDK selama periode Nataru sekaligus memperkuat posisi produk lokal di tengah persaingan dengan perusahaan swasta berskala besar.(win)

DINAS-PETERNAKAN-DAN-KESEHATAM-20250218-194449-0000
GJI