Wabup Lotim Ajak Pemda Percepat Penyesuaian di Tengah Kebijakan Fiskal Baru

Table of Contents

RNN.com
- Lombok Timur - Wakil Bupati Lombok Timur, H. Moh. Edwin Hadiwijaya, menegaskan perlunya langkah cepat pemerintah daerah dalam merespons perubahan kebijakan fiskal dan arah prioritas pembangunan nasional. Pesan tersebut ia sampaikan saat menghadiri peringatan Milad Muhammadiyah ke-113 pada Sabtu (22/11/2025).

Menurut Wabup, tema Milad yang menyoroti upaya peningkatan kesejahteraan bangsa memiliki hubungan erat dengan agenda pembangunan nasional berbasis konsep SMART. Ia menilai organisasi seperti Muhammadiyah memiliki peran strategis untuk mendukung program-program pemerintah, termasuk inisiatif MBG dan pembaruan sistem pendidikan.

Edwin juga menyinggung kondisi fiskal daerah yang sedang mengalami masa transisi akibat penurunan dana transfer dari pemerintah pusat. Karena itu, ia menekankan pentingnya kerja sama lintas lembaga.
“Tahun ini kita berada pada fase penyesuaian. Insyaallah tahun depan perbaikan bisa dilakukan. Namun inti dari semua proses ini adalah komunikasi dan kolaborasi,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua PD Muhammadiyah Lombok Timur, Roma Hidayat, menjelaskan bahwa tema Milad tahun ini, “Memajukan Kesejahteraan Bangsa,” merupakan refleksi dari komitmen Muhammadiyah dalam memperkuat nilai-nilai Islam serta memberi kontribusi nyata bagi masyarakat.
Ia menegaskan bahwa tema tersebut menjadi dorongan bagi warga Muhammadiyah untuk terus berperan dalam kebaikan sosial dan pembangunan umat.

Peringatan Milad ke-113 tersebut turut diisi dengan sosialisasi terkait Pondok Pesantren Muhammadiyah Boarding School (MBS), pemberian penghargaan kepada sejumlah tokoh, serta Tabligh Akbar yang menghadirkan TGH. Falahuddin sebagai penceramah.

Acara yang digelar di halaman STIA Muhammadiyah itu juga dihadiri oleh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah NTB, jajaran OPD, Forkopimda, Kepala Lapas Kelas II Selong, Kemenag Lombok Timur, perwakilan Baznas, KPU dan Bawaslu Lotim, pimpinan partai politik, serta berbagai organisasi Islam dan tokoh masyarakat setempat.(win)

GJI