Wabup Lombok Timur Dorong Peningkatan Kompetensi Guru untuk Hadapi Tantangan Pendidikan
RNN.com - Lombok Timur – Wakil Bupati Lombok Timur, H. Moh. Edwin Hadiwijaya, kembali menegaskan pentingnya peningkatan kompetensi tenaga pendidik sebagai fondasi untuk memperkuat kualitas pendidikan daerah. Dorongan tersebut ia sampaikan saat membuka Seminar Nasional Pascasarjana Universitas Hamzanwadi 2025 pada Rabu (19/11/2025).
Dalam sambutannya, Edwin menyoroti kondisi pendidikan di Lombok Timur yang masih menghadapi sejumlah kendala, termasuk keterbatasan tenaga kepemimpinan di sekolah. Dari total lebih dari 10.900 guru ASN, hampir seluruhnya telah menempuh pendidikan sarjana, namun jumlah guru bergelar magister dan doktor masih sangat terbatas. Selain itu, ia mengungkapkan bahwa sekolah negeri membutuhkan 325 kepala sekolah, sementara 172 posisi masih kosong. Kekurangan serupa juga terjadi pada pengawas sekolah.
Ia menekankan bahwa kapasitas guru dan kepala sekolah harus terus berkembang untuk menyesuaikan diri dengan perubahan di dunia pendidikan yang berlangsung cepat. “Transformasi tidak harus dimulai dari langkah besar. Perubahan kecil yang dilakukan secara konsisten dapat berdampak signifikan,” ujarnya.
Edwin menilai tema seminar—Kepemimpinan Transformasional dalam Mewujudkan Pembelajaran Mendalam dan Berdampak—sangat relevan dengan kebutuhan pendidikan saat ini. Ia berharap transformasi dalam pendidikan mampu melahirkan pembelajaran yang menekankan karakter, literasi, kemampuan berpikir kritis, dan penyelesaian masalah.
Di hadapan peserta seminar, ia mengajak seluruh pendidik dan akademisi untuk merumuskan langkah konkret yang dapat dilakukan masing-masing untuk memperkuat mutu pendidikan di tingkat sekolah. “Kita harus punya terobosan agar pembelajaran tidak sekadar berlangsung, tetapi benar-benar memberikan hasil yang nyata,” katanya.
Setelah sesi pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh Iwan Junaidi, Direktur Kepala Sekolah, Pengawas Sekolah, dan Tenaga Kependidikan di Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Dalam pemaparannya, Iwan menegaskan peran penting kepala sekolah sebagai motor penggerak mutu pendidikan. Ia juga meminta agar seluruh kepala sekolah yang masih berstatus pelaksana tugas segera ditetapkan definitif sebelum akhir Desember.(win)
