PT Agro Selaparang Siap Pasok Bahan Baku dan Energi untuk Pabrik Porang di Lombok Timur

Table of Contents

RNN.com
- Lombok Timur – Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT Agro Selaparang menyatakan kesiapannya mendukung penuh kebutuhan bahan baku dan energi untuk pabrik pengolahan porang di Kecamatan Pringgabaya, Lombok Timur. Pabrik tersebut disebut sebagai satu-satunya di kawasan Indonesia Timur dan ditargetkan mulai beroperasi pada Februari 2025.

Direktur Utama PT Agro Selaparang, Sabaruddin, menegaskan bahwa pasokan bahan baku porang diperkirakan cukup tersedia dari petani lokal di Lombok. Ia optimistis ketersediaan lahan dan antusiasme masyarakat akan mampu menopang kebutuhan produksi pabrik yang diproyeksikan mencapai 50–80 ton per hari.

“Persiapan terus berjalan, mulai dari sosialisasi hingga pengadaan bibit porang yang ditangani Dinas Pertanian. Dengan masa tanam sekitar enam bulan, kami yakin suplai dapat tercapai tepat waktu,” jelasnya, Selasa (9/9/2025).

Selain bahan baku, PT Agro Selaparang juga menyiapkan opsi energi untuk mendukung aktivitas pabrik. Alternatif bahan bakar yang tengah dipertimbangkan antara lain cangkang kemiri dari NTT, cangkang sawit dari Kalimantan, serta batubara berkualitas tinggi. “Jenis bahan bakar akan disesuaikan dengan permintaan pengelola pabrik nantinya,” tambah Direktur Operasional, Saparuddin.

BUMD ini mendapat tambahan modal dari Pemkab Lombok Timur sebesar Rp2 miliar pada tahun anggaran 2025. Meski jumlahnya terbatas, manajemen menargetkan keuntungan hingga 30 persen yang dapat disumbangkan bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD). “Prinsip kami, perusahaan harus sehat agar bisa memberi manfaat bagi daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani mitra,” ujar Saparuddin.

PT Agro Selaparang saat ini mengelola sejumlah lini usaha, termasuk distribusi pupuk dan beras, serta pembelian jagung petani. Ke depan, perusahaan berencana memperluas jaringan distribusi pupuk yang saat ini masih terbatas di Kecamatan Swela. Manajemen menilai sektor tersebut berpotensi besar untuk dikembangkan sebagai sumber keuntungan baru.

Dengan strategi diversifikasi usaha dan dukungan penuh terhadap pabrik porang, PT Agro Selaparang menargetkan dapat keluar dari stigma sebagai BUMD yang sebelumnya dinilai tidak produktif. “Kami ingin menghadirkan semangat baru, agar perusahaan ini benar-benar menjadi motor penggerak ekonomi daerah,” pungkas Sabaruddin.(win)

DINAS-PETERNAKAN-DAN-KESEHATAM-20250218-194449-0000
GJI