Murjoko Siap Pimpin Baznas Lotim, Usung Zakat Produktif dan Transformasi Mustahik
RNN.com - Lombok Timur, 5 Juli 2025 – Murjoko resmi ditetapkan sebagai salah satu dari lima pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Lombok Timur. Pelantikan kepengurusan baru dijadwalkan akan dilakukan langsung oleh Bupati Lombok Timur pada 10 Juli 2025 mendatang. Kehadiran Murjoko membawa semangat baru dalam pengelolaan zakat, dengan gagasan besar untuk mendorong transformasi sosial di daerah tersebut.
Dengan visi menjadikan mustahik sebagai muzakki, Murjoko menyusun empat misi utama yang menjadi dasar pijakan program kerjanya. Ia menekankan bahwa zakat bukan hanya bantuan konsumtif, tetapi harus menjadi instrumen pemberdayaan ekonomi umat.
“Zakat harus berdampak. Bukan hanya menyantuni, tetapi juga mengangkat,” tegasnya.
Empat misi utama yang diusung Murjoko antara lain: menjadikan zakat sebagai alternatif pengentasan kemiskinan, meningkatkan kapasitas umat dalam mengelola zakat produktif, mendayagunakan dana zakat untuk kemandirian mustahik, serta menggugah kepedulian para aghniya terhadap sesama.
Zakat Produktif untuk Kemandirian
Salah satu program unggulan Murjoko adalah memisahkan pengelolaan zakat menjadi dua kategori: konsumtif dan produktif. Zakat konsumtif ditujukan kepada fakir yang benar-benar tidak mampu, sementara zakat produktif diberikan kepada masyarakat miskin yang masih memiliki keterampilan dan potensi untuk berkembang.
“Golongan miskin yang masih punya daya juang akan kami bantu secara produktif. Mereka akan dibina, diberi modal usaha, dan dipantau perkembangan usahanya,” jelas Murjoko.
Baznas Lombok Timur ke depan akan melakukan pendataan secara menyeluruh di seluruh kecamatan, khususnya untuk mengidentifikasi individu potensial di bidang pertanian, peternakan, usaha kecil, tata boga, dan lainnya. Mereka akan diberikan modal dan pelatihan sebagai langkah konkret untuk mengentaskan kemiskinan secara berkelanjutan.
Transparansi dan Inovasi Digital
Murjoko juga menaruh perhatian besar pada aspek akuntabilitas. Ia menekankan pentingnya pengukuran dampak dari setiap program yang dijalankan.
“Selama ini kita belum tahu pasti berapa mustahik yang sudah naik kelas menjadi muzakki. Ke depan, semua akan dicatat dan dievaluasi. Dalam setahun, kami akan laporkan berapa yang berhasil kami bantu keluar dari garis kemiskinan,” ujarnya.
Untuk mendukung transparansi, Baznas Lombok Timur akan mengembangkan sistem digital berbasis aplikasi yang memungkinkan masyarakat memantau data pemasukan dan penyaluran zakat secara real time, terutama setiap hari Jumat sebagai hari laporan publik.
Pendekatan kepada Aghniya dan Program Kolaboratif
Dalam rangka meningkatkan pengumpulan zakat, Murjoko juga akan mendekati para aghniya (orang kaya) secara langsung, serta mengembangkan potensi zakat melalui instrumen seperti reksa dana dan saham syariah.
Ia juga berencana mendirikan Klinik Baznas di setiap kecamatan sebagai layanan sosial berbasis kebutuhan lokal, serta membentuk program Lumbung Desa untuk mendukung ketahanan pangan masyarakat. Program ini akan membantu petani menjaga kestabilan harga hasil panen melalui manajemen pola tanam.
Pengalaman Panjang dalam Dunia Zakat
Murjoko bukan nama baru dalam pengelolaan zakat. Pada 2004, ia berperan besar dalam mengembangkan Badan Amil Zakat Daerah (BAZDA) Lombok Timur, termasuk saat memperjuangkan pemotongan zakat 2,5% dari gaji ASN yang sempat mendapat penolakan. Berkat keteguhannya, program itu sukses dan bahkan menjadi rujukan nasional bagi Baznas pusat.
“Kami akan perkuat koordinasi dengan Baznas pusat agar program-program nasional seperti pengembangan peternakan dan wirausaha zakat bisa segera masuk ke Lombok Timur,” tandasnya.
Kehadiran Murjoko sebagai pimpinan Baznas membawa harapan baru akan pengelolaan zakat yang lebih efektif, inovatif, dan berorientasi pada hasil nyata, demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat Lombok Timur secara menyeluruh.(win)