Festival Bahari Nyalamak Dilauk, Bupati Lombok Timur Dorong Promosi Pariwisata dan Janjikan Peningkatan Fasilitas

Table of Contents

RNN.com Lombok Timur – Bupati Lombok Timur, H. Haerul Warisin, secara resmi membuka Festival Bahari Nyalamak Dilauk yang digelar di Tanjung Luar, Kecamatan Keruak. Dalam sambutannya, Bupati menegaskan bahwa promosi adalah kunci penting dalam mengembangkan sektor pariwisata daerah. Ia mendorong agar setiap kegiatan budaya dan tradisi lokal mendapat dukungan promosi yang maksimal, sehingga bisa menarik perhatian wisatawan lebih luas.

"Promosi tidak boleh diabaikan jika kita ingin event-event daerah kita dikenal secara nasional bahkan internasional," ujar Bupati di hadapan masyarakat dan tamu undangan yang hadir dalam acara pembukaan festival tersebut.

Festival Nyalamak Dilauk merupakan tradisi adat masyarakat Tanjung Luar yang diwariskan turun-temurun sebagai bentuk rasa syukur dan doa untuk kelestarian laut. Bupati menyampaikan apresiasinya atas komitmen masyarakat dalam menjaga warisan budaya tersebut. Pemerintah Daerah, katanya, akan terus memberikan dukungan, baik dalam bentuk pendanaan maupun pembinaan untuk menjaga keberlangsungan acara budaya itu.

"Ini bukan sekadar tradisi, tetapi juga bagian dari pelestarian ekosistem laut yang harus terus dijaga," tambahnya.

Lebih lanjut, Bupati juga mengungkapkan rencana pemerintah untuk memperhatikan kebutuhan infrastruktur masyarakat pesisir. Ia menjanjikan pembangunan stasiun pengisian bahan bakar nelayan (SPBN) serta tanggul penahan banjir rob yang kerap mengancam kawasan tersebut.

Rangkaian Festival Nyalamak Dilauk tidak hanya berfokus pada kegiatan seremonial, tetapi juga mencakup berbagai prosesi adat, termasuk ngaririq, yaitu mengarak kerbau yang akan disembelih keliling desa. Puncak ritual ditandai dengan pelepasan kepala kerbau ke laut menggunakan rakit kecil (Rakik Dikkik), yang diarahkan menuju gugusan terumbu karang cincin sekitar 150 meter dari Dermaga Perikanan Tanjung Luar ke arah tenggara.

Acara ini menjadi simbol perpaduan antara adat istiadat dan upaya pelestarian lingkungan, serta menjadi momentum penting bagi Lombok Timur untuk memperkuat identitas budaya sekaligus membangun pariwisata berkelanjutan.(win)

GJI