Pendaki Asal Brazil Terperosok di Jalur Gunung Rinjani, Operasi Penyelamatan Diluncurkan
Table of Contents
Klik86.com - Lombok Timur — Seorang pendaki asal Brazil mengalami insiden serius saat menjelajahi jalur menuju puncak Gunung Rinjani, tepatnya di kawasan Cemara Nunggal, Kecamatan Sembalun, Kabupaten Lombok Timur. Korban yang diketahui bernama Juliana, dilaporkan jatuh ke dasar jurang saat mendaki bersama rombongan pada Sabtu dini hari.
Perjalanan dimulai sehari sebelumnya, Jumat (20/6), ketika enam warga negara asing memulai pendakian dari pintu masuk TNGR Resort Sembalun. Ditemani oleh seorang pemandu lokal bernama Ali Mustafa, mereka menargetkan puncak Rinjani sebagai tujuan akhir. Namun, saat rombongan mulai mendaki dini hari pada Sabtu sekitar pukul 03.00 WITA, Juliana mengalami kelelahan hebat.
Sang pemandu menyarankan Juliana untuk beristirahat, sementara ia melanjutkan perjalanan bersama lima pendaki lainnya. Namun, saat kembali menjemput Juliana, sang pemandu tidak menemukan korban di titik istirahat. Beberapa saat kemudian, ia melihat kilatan cahaya dari senter di dasar tebing dengan kedalaman sekitar 200 meter mengarah ke Danau Segara Anak — diduga kuat milik Juliana.
Temuan tersebut langsung dilaporkan ke otoritas TNGR dan Polsek Sembalun. Koordinasi lintas instansi pun segera digelar di kantor Resort TNGR pada pukul 10.30 WITA. Dipimpin oleh Kapolsek Sembalun dan Kepala Resort TNGR, apel darurat dilaksanakan untuk melepas tim SAR gabungan berjumlah 11 personel dari Kabupaten Lombok Timur, dipimpin oleh Sqmsul Fadli, guna melaksanakan operasi evakuasi.
Sebelum itu, tim SAR awal berjumlah 6 orang telah lebih dulu dikerahkan untuk melakukan tindakan awal di lokasi kejadian. Berdasarkan pantauan lapangan, Juliana masih dalam kondisi hidup, namun hingga kini belum dapat dipastikan luka yang diderita lantaran keterbatasan komunikasi di area jatuhnya korban.
Upaya komunikasi telah dilakukan dengan pihak Kedutaan Besar Brazil dan keluarga korban untuk memberikan informasi terbaru dan dukungan. Jika cuaca dan medan memungkinkan, proses evakuasi diperkirakan akan membawa Juliana dan tim penyelamat ke Puskesmas Sembalun pada Minggu, 22 Juni 2025, sekitar pukul 01.00 WITA, melalui jalur pendakian Bawak Nao, Desa Sajang.
Insiden ini kembali mengingatkan pentingnya kesiapan fisik, pendampingan profesional, serta prosedur keselamatan yang ketat bagi para pendaki, terlebih di jalur ekstrem seperti Rinjani. TNGR juga menyatakan bahwa sistem pemantauan dan tanggap darurat akan terus ditingkatkan demi mencegah kejadian serupa di masa mendatang.(red)
