Wabup Edwin Lepas Satgas PAM MBLB, Tekankan Etika dan Integritas Petugas
RNN.com - Pemerintah Kabupaten Lombok Timur resmi membentuk Satuan Tugas (Satgas) Pengamanan Mineral Bukan Logam dan Batuan (PAM MBLB) sebagai langkah strategis untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pertambangan.
Wakil Bupati Lombok Timur, H.M. Edwin Hadiwijaya, secara simbolis melepas tim gabungan yang terdiri dari personel Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), serta Dinas Perhubungan, pada Jumat (11/4/2025) di halaman Kantor Bupati.
Dalam arahannya, Wabup menekankan pentingnya menjaga etika dan sikap santun dalam menjalankan tugas. Ia mengingatkan bahwa pendekatan persuasif lebih diutamakan agar tidak menimbulkan gesekan dengan para penambang maupun masyarakat sekitar.
“Kita tidak ingin tindakan ini justru memicu konflik di lapangan. Satgas harus hadir dengan sikap bijak dan penuh tanggung jawab,” ungkap Edwin.
Meski pelaksanaan pajak bersifat wajib, Edwin berharap aparat tetap mengedepankan komunikasi yang baik agar tujuan optimalisasi PAD dapat tercapai tanpa mengganggu stabilitas sosial.
Ia juga menyoroti pentingnya menjaga integritas dan kepercayaan dalam bertugas. Untuk itu, evaluasi awal dijadwalkan akan dilakukan dalam tiga hari ke depan guna mengidentifikasi kendala maupun penyesuaian yang perlu dilakukan di lapangan.
Selain itu, Wabup meminta agar disediakan saluran pelaporan bagi anggota Satgas untuk menyampaikan kondisi atau kendala yang ditemui selama bertugas, sehingga Pemerintah Daerah dapat merespon cepat dan tepat.
Didampingi oleh Kepala Dinas Perhubungan, Kepala Bapenda, dan Kasat Pol PP, Edwin menegaskan bahwa pembentukan Satgas ini tidak hanya untuk optimalisasi PAD, tetapi juga untuk memetakan kondisi pertambangan yang ada, termasuk kepatuhan terhadap perizinan dan regulasi yang berlaku.
"Langkah ini diharapkan bisa mendorong aktivitas tambang ilegal agar segera mengurus izin resmi. Ke depan, data yang terkumpul akan menjadi dasar untuk pembinaan dan peningkatan kesadaran pelaku usaha dalam menghitung serta membayar pajaknya secara mandiri," jelas Edwin.
Ia pun mengakui bahwa membangun kesadaran pajak di sektor pertambangan bukanlah hal mudah, mengingat upaya serupa telah dilakukan sebelumnya. Namun, dengan pendekatan yang lebih terstruktur dan humanis, pihaknya optimis dapat mencapai hasil yang lebih baik.(win)