Ratusan Driver Online di NTB Gelar Aksi Damai Tuntut Keadilan Sistem Kerja
RNN.com - Mataram, 17 April 2025 — Ratusan driver GrabCar dan ojek online (ojol) di Nusa Tenggara Barat (NTB) menggelar aksi unjuk rasa damai hari ini untuk menyuarakan tuntutan atas sistem kerja yang dinilai tidak adil dan semakin memberatkan para pengemudi.
Aksi ini dimotori oleh Persatuan Driver Online Nusa Tenggara Barat (PDO NTB), dengan titik kumpul di Islamic Center Mataram sejak pukul 09.00 WITA. Massa aksi yang diperkirakan mencapai 400 hingga 700 orang menggelar konvoi mobil, longmarch, orasi, serta pembacaan tuntutan di dua titik utama, yakni kantor operasional Grab di Mataram dan Kantor Gubernur NTB.
Koordinator aksi, Rudy Santono, SH, dalam surat pemberitahuan kepada pihak Kepolisian Daerah NTB, menyatakan bahwa aksi ini akan dilakukan secara tertib dan damai dengan pengawalan aparat keamanan. Ia juga menegaskan bahwa aksi ini merupakan bentuk perlawanan terhadap ketidakadilan yang selama ini dirasakan para driver online.
Dalam orasinya, massa aksi menyampaikan beberapa tuntutan utama, antara lain:
-
Kenaikan tarif dasar transportasi online di NTB secara menyeluruh.
-
Penghapusan program promo seperti slot "hemat" dan "all kilometer hemat" yang dianggap merugikan driver.
-
Pembatasan pendaftaran driver dan ojol baru di NTB agar penghasilan lebih merata.
-
Pemberian perlindungan hukum dan jaminan kerja yang layak bagi driver online.
-
Penghentian sistem slot dan shift yang membatasi kebebasan kerja para pengemudi.
Selain itu, PDO NTB juga meminta agar pemerintah menindak tegas aplikator yang dinilai melanggar regulasi, serta membatasi potongan biaya dari aplikasi maksimal sebesar 10 persen.
Slogan-slogan seperti “Kalau bukan kita yang bersuara, siapa lagi?”, “Kami bukan budak digital!”, dan “Tidak ada perubahan tanpa perlawanan!” menggema sepanjang aksi sebagai bentuk kekecewaan dan tekad kuat para pengemudi untuk memperjuangkan hak mereka.
Aksi ini juga mendapat tembusan ke berbagai instansi pemerintah seperti Gubernur NTB, DPRD Provinsi, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Dinas Kominfo, hingga Polresta Mataram.
Aksi damai hari ini menjadi penanda bahwa para driver online di NTB tidak lagi tinggal diam atas kebijakan-kebijakan yang dianggap merugikan mereka. Mereka berharap aksi ini dapat membuka ruang dialog antara pemerintah, aplikator, dan para driver demi terciptanya sistem kerja yang lebih adil dan manusiawi.(red)