Polisi Perketat Pengamanan Tradisi Bau Nyale di Lombok Timur

Table of Contents

RNN.com
- Lombok, 16 Februari 2024 – Tradisi Bau Nyale, perayaan tahunan yang melibatkan pencarian cacing laut di Lombok, kembali digelar dengan antusiasme tinggi dari masyarakat dan wisatawan. Demi memastikan keamanan dan kelancaran acara, pihak kepolisian melakukan pengamanan ekstra di berbagai titik keramaian.

Sebagai langkah awal, Kepolisian Sektor Jerowaru mengadakan apel kesiapan pengamanan pada Minggu (16/2) di halaman Mako Polsek Jerowaru, Kabupaten Lombok Timur. Apel tersebut dipimpin oleh Kabag Log Polres Lombok Timur, AKP Misngadi, SH, serta dihadiri oleh sejumlah pejabat kepolisian, termasuk Kasat Binmas Polres Lotim IPTU Abdul Rasyid, SH, Kasubagdalops Bag Ops Polres Lotim AKP Heri, Kapolsek Jerowaru IPTU Yudha Aditya Warman, SH, dan personel gabungan dari berbagai satuan.

Dalam sambutannya, AKP Misngadi menegaskan bahwa pengamanan festival ini dipusatkan di tiga lokasi utama, yakni Desa Seriwe, Desa Ekas, dan Desa Kwangrundun. Setiap personel diminta menjalankan tugas sesuai dengan titik ploting yang telah ditetapkan demi menjaga kelancaran acara.

“Kami berharap seluruh personel yang bertugas dapat menjalankan pengamanan dengan penuh tanggung jawab. Pendekatan yang digunakan harus bersifat persuasif dan humanis agar tidak menimbulkan ketegangan di tengah masyarakat,” ujar AKP Misngadi.

Usai apel, personel kepolisian langsung disebar ke berbagai titik pengamanan. Pada sore hari, pukul 16.00 WITA, tim gabungan dari TNI, Polri, dan Satpol PP menggelar razia minuman keras (miras) di dua lokasi utama Bau Nyale, yaitu Pantai Kura-kura dan Pantai Lendang Tampah Boleq.

Dalam razia tersebut, petugas berhasil menyita 82 botol minuman keras jenis tuak dan brem dari Pantai Kura-kura, serta 56 botol tuak dan satu ember besar berisi miras dari Pantai Lendang Tampah Boleq.

Seluruh rangkaian pengamanan dan razia berakhir pada pukul 18.00 WITA dengan kondisi di lokasi perayaan tetap terkendali. Kapolsek Jerowaru, IPTU Yudha Aditya Warman, memastikan bahwa situasi di area Bau Nyale masih dalam keadaan aman dan kondusif.

“Kami akan terus melakukan pengawasan hingga seluruh rangkaian acara selesai demi memastikan keamanan dan kenyamanan masyarakat yang turut merayakan tradisi ini,” tegasnya.

Tindakan pengamanan dan razia yang dilakukan merupakan langkah preventif pihak kepolisian untuk menjaga ketertiban selama perayaan Bau Nyale berlangsung, sekaligus memberikan rasa aman bagi masyarakat dan wisatawan yang turut serta dalam tradisi ini.

(

DINAS-PETERNAKAN-DAN-KESEHATAM-20250218-194449-0000
GJI