Dikbud Lombok Timur Alokasikan Rp 35 Miliar untuk PAUD dan PKBM pada 2025
RNN.com - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Lombok Timur, melalui Bidang Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Non Formal (PAUD/PNF), telah menerima alokasi Dana Alokasi Khusus (DAK) nonfisik sebesar Rp 35 miliar untuk tahun 2025.
Dari total anggaran tersebut, Rp 29 miliar dialokasikan untuk program PAUD, sedangkan Rp 6 miliar akan digunakan untuk Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) yang meliputi program paket A, B, dan C sebagai bagian dari upaya penyetaraan pendidikan.
Kepala Bidang PAUD/PNF Dikbud Lombok Timur, Rasyid Ridho, S.Pd, mengungkapkan bahwa dana tersebut telah tersedia, tetapi pencairannya masih tertunda. Hal ini disebabkan adanya 12 lembaga yang belum menyelesaikan kewajiban administrasi, termasuk pelaporan kegiatan tahun 2024. “Seharusnya, pelaporan sudah selesai pada 31 Desember 2024, tetapi karena kendala teknis, batas waktu diperpanjang hingga 31 Januari 2025,” jelasnya pada Jumat (24/1/2025).
Ia juga menekankan pentingnya perencanaan berbasis rapor pendidikan sesuai instruksi dari pemerintah pusat. “Semua rencana kegiatan sudah disesuaikan dengan rapor pendidikan,” tambahnya.
Selain itu, Kemendikbudristek telah menginstruksikan daerah untuk meningkatkan utilitas pendidikan, termasuk penggunaan akun pembelajaran. Targetnya, akun pembelajaran aktif harus mencapai lebih dari 80 persen untuk mendukung transformasi digital dalam proses belajar-mengajar.
Akun pembelajaran ini menjadi salah satu alat penting bagi siswa untuk mengunggah tugas dari guru, sekaligus mendukung upaya peningkatan kualitas pendidikan berbasis teknologi.
Dikbud Lombok Timur sendiri telah menunjukkan komitmen kuat dalam pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi (TIK). Pada tahun 2024, Lombok Timur berhasil meraih predikat Daerah Champion Utility untuk penggunaan akun pembelajaran dengan capaian di atas 80 persen, menempati peringkat ke-12 secara nasional.
“Prestasi ini merupakan hasil kerja keras semua pihak. Namun, kami tidak akan berhenti di sini. Kami akan terus berupaya meningkatkan kualitas pendidikan di Lombok Timur,” tegas Rasyid.
Sebagai informasi, predikat Daerah Champion Utility diberikan oleh Direktorat Jenderal PAUD, Dikdas, dan Dikmen Kemendikbudristek kepada daerah yang berkomitmen dalam transformasi digital untuk meningkatkan mutu pendidikan.
Dengan semangat tersebut, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lombok Timur berharap dapat terus memperkuat sistem pendidikan dan memberikan layanan terbaik kepada masyarakat.
(win)